Bhagavad Gita di tengah Kurukshetra


Bhagavad Gita di tengah Kurukshetra : Ini dia adegan paling suci

Krishna berkulit biru bercahaya emas memberi wejangan dharma, sementara Arjuna bersimpuh dengan busur tergeletak, dikelilingi dua pasukan besar Pandawa dan Kurawa yang siap perang, langit gelap berpetir tapi sinar surga turun di atas kereta.

Bhagavad Gita ("Nyanyian Tuhan") adalah bagian dari Mahabharata, tepatnya dalam Bhisma Parwa (umumnya disebut bab 23–40 dalam Bhisma Parwa). Bhagavad Gita terdiri atas 18 bab dan sekitar 700 sloka.

Ajaran ini disampaikan oleh Sri Krishna kepada Arjuna di tengah medan Kurukshetra, tepat sebelum perang besar dimulai.

Mengapa Bhagavad Gita Diturunkan?

Ketika kedua pasukan telah siap bertempur, Arjuna meminta Sri Krishna menghentikan kereta di antara barisan Pandawa dan Kaurava.

Melihat guru (Drona), kakek (Bhisma), paman, sepupu, sahabat, dan kerabat berada di kedua pihak, Arjuna diliputi kesedihan.

Ia berkata:
"Apa gunanya kerajaan bila harus diperoleh dengan membunuh sanak keluarga sendiri?"
Tangannya gemetar.
Busur Gandiva hampir terlepas.
Tubuhnya lemah.
Ia memutuskan tidak ingin berperang.
Saat itulah Sri Krishna mulai memberikan ajaran suci yang dikenal sebagai Bhagavad Gita.


Bagian-Bagian Bhagavad Gita
Menurut tradisi, 18 bab Bhagavad Gita sering dibagi menjadi tiga kelompok besar.

I. Enam Bab Pertama (Bab 1–6)
Tema: Karma Yoga
Mengajarkan bagaimana bekerja tanpa terikat pada hasil.

Bab 1
        Arjuna Vishada Yoga
        Kesedihan dan kebimbangan Arjuna.
 
Bab 2
        Sankhya Yoga
        Hakikat jiwa.
        Jiwa tidak pernah lahir maupun mati.
        Awal ajaran Krishna.
 
Bab 3
        Karma Yoga
Bekerja sebagai kewajiban.
Jangan terikat pada hasil pekerjaan.
 
Bab 4
        Jnana Karma Sannyasa Yoga
Pengetahuan rohani.
Turunnya avatara.
"Yada yada hi dharmasya..."

Bab 5
        Karma Sannyasa Yoga
Makna pelepasan sejati.

Bab 6
        Dhyana Yoga
        Pengendalian pikiran.
        Meditasi.

II. Enam Bab Kedua (Bab 7–12)
Tema: Bhakti Yoga
Inilah inti Bhagavad Gita menurut banyak tradisi Vaisnawa.

Bab 7
        Pengetahuan tentang Tuhan.

Bab 8
        Mengingat Tuhan saat meninggal.

Bab 9
        Raja Vidya Raja Guhya Yoga
        Pengetahuan paling rahasia.
        Kemuliaan bhakti.

Bab 10
        Vibhuti Yoga
        Kemuliaan dan manifestasi Sri Krishna.

Bab 11
        Visvarupa Darsana Yoga
        Sri Krishna memperlihatkan Wujud Semesta (Viśvarūpa) kepada Arjuna.

Bab 12
        Bhakti Yoga
        Ciri-ciri penyembah yang paling dicintai Tuhan.


III. Enam Bab Terakhir (Bab 13–18)
Tema: Pengetahuan dan Penyerahan Diri

Bab 13
        Tubuh dan jiwa.

Bab 14
        Tiga sifat alam:
        Sattva
        Rajas
        Tamas

Bab 15
        Purushottama Yoga.

Bab 16
        Sifat ilahi dan sifat iblis.

Bab 17
        Tiga jenis:
        iman,
        makanan,
        korban suci,
        tapa,
        sedekah.

Bab 18
        Moksha Sannyasa Yoga

Kesimpulan seluruh Bhagavad Gita.

Inti Bhagavad Gita

Walaupun terdiri dari 18 bab, ajaran Bhagavad Gita dapat dirangkum menjadi beberapa pokok utama.

1. Jiwa Bersifat Kekal
    Tubuh akan mati.
    Namun Atman tidak pernah lahir maupun mati.
    "Jiwa tidak dapat dipotong oleh senjata, dibakar oleh api, dibasahi air, ataupun dikeringkan     angin." (Bhagavad Gita 2.23)
2. Jalankan Dharma
    Setiap orang mempunyai kewajiban.
    Seorang ksatria wajib melindungi keadilan.
    Menolak kewajiban karena rasa takut bukanlah jalan yang benar.
3. Bekerja Tanpa Terikat Hasil
    Salah satu ajaran yang paling terkenal adalah Bhagavad Gita 2.47:
    "Engkau berhak melaksanakan kewajibanmu, tetapi tidak berhak atas hasilnya."
    Artinya, manusia hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh, sementara hasil akhirnya         diserahkan kepada Tuhan.
4. Tuhan Adalah Sumber Segala Sesuatu
    Sri Krishna menjelaskan bahwa seluruh alam semesta berasal dari-Nya dan berada dalam     pemeliharaan-Nya.
5. Bhakti Adalah Jalan Tertinggi
    Sri Krishna menerima siapa pun yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus.
    Bhakti tidak dibatasi oleh kelahiran, kedudukan, ataupun kekayaan.
6. Penyerahan Diri kepada Tuhan
    Puncak ajaran Bhagavad Gita terdapat pada Bab 18 Sloka 66:
    "Sarva-dharmān parityajya mām ekaṁ śaraṇaṁ vraja..."
    Artinya:

"Tinggalkan segala bentuk penyerahan yang lain dan berlindunglah hanya kepada-Ku. Aku akan membebaskan engkau dari segala dosa. Janganlah engkau takut."

Dalam tradisi Vaisnawa, sloka ini dipandang sebagai mahkota ajaran Bhagavad Gita karena menekankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sri Krishna.

Makna Bagi Kehidupan

Bhagavad Gita mengajarkan bahwa:

  • Bekerjalah dengan tulus sebagai bentuk pengabdian.
  • Jangan dikuasai oleh rasa takut, marah, atau keserakahan.
  • Kendalikan pikiran dan indra.
  • Kenali hakikat diri sebagai jiwa yang kekal.
  • Bangun hubungan penuh kasih dengan Tuhan melalui bhakti.
  • Jalankan dharma dengan keberanian dan kebijaksanaan.

Kesimpulan

Bhagavad Gita bukan sekadar dialog antara Sri Krishna dan Arjuna di medan Kurukshetra. Ia merupakan pedoman hidup yang mengajarkan keseimbangan antara pengetahuan (jñāna), tindakan yang benar (karma), meditasi (dhyāna), dan pengabdian (bhakti). Dalam pandangan tradisi Vaisnawa, seluruh ajaran itu berpuncak pada satu tujuan: membangun hubungan kasih dengan Sri Krishna melalui penyerahan diri, sehingga seseorang mencapai kedamaian dan kebahagiaan rohani yang sejati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA