CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA)

 

CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA)
Kemunculan Svāyambhuva Manu dan istrinya Śatarūpā merupakan salah satu peristiwa penting dalam penciptaan alam semesta menurut Śrīmad Bhāgavatam (Skandha 3) dan Purana lainnya. Kisah ini menjelaskan bagaimana umat manusia mulai berkembang melalui keturunan Manu.
Munculnya Svāyambhuva Manu dan Śatarūpā
Setelah menciptakan 25 Prajapari dan RSI,Pertumbuhan mahluk hidup masih terlalu sedikit. Brahmā dg rasa kecewa merenungkan cara lain untuk memperluas penciptaan, dari renungan itu
Kemudian dari tubuhnya muncul sepasang manusia yg satu ada kumisnya satunya lagi ada benjolan kembar didadanya,itulah sosok laki dan perempuan
Svāyambhuva Manu (lelaki)
Śatarūpā (perempuan) sejak kemunculannya mereka mempunyai ketertarikan satu sama lain untuk hubungan suami istri.

Nama Svāyambhuva berarti "yang berasal dari Svayambhū (Brahmā yang lahir sendiri)", sedangkan Śatarūpā berarti "yang memiliki seratus bentuk" atau melambangkan kemampuan menjadi ibu bagi berbagai jenis manusia.
Brahmā kemudian berkata kepada mereka agar:
        Menikah.
        Memperbanyak keturunan.
        Memerintah bumi dengan berdasarkan dharma.
        Menjadi teladan bagi umat manusia.
        Mereka menerima perintah itu dengan penuh hormat.

Keturunan Svāyambhuva Manu
Svāyambhuva Manu dan Śatarūpā memiliki lima orang anak:
        1. Priyavrata
Seorang raja agung yang kemudian memerintah dunia. Atas perintah Brahmā, ia menerima kehidupan sebagai raja walaupun sebenarnya lebih menyukai kehidupan bertapa.
        2. Uttānapāda
Ayah dari Dhruva Mahārāja, yang memperoleh kedudukan abadi sebagai Bintang Dhruva setelah melakukan tapa dan memperoleh darśana Śrī Hari.
        3. Ākūti
Menikah dengan Resi Ruci.
Mereka memperoleh:
Yajña, penjelmaan Viṣṇu.
Dakṣiṇā.
Yajña kemudian menjadi Indra pada masa Manu tersebut.
        4. Devahūti
Menikah dengan Kardama Muni.
Anak-anaknya:
Sembilan putri yang menjadi istri para resi besar.
Kapiladeva, avatāra Bhagavān yang mengajarkan filsafat Sāṅkhya bhakti kepada ibunya.
        5. Prasūti
Menikah dengan Prajāpati Dakṣa.
Dari mereka lahirlah banyak putri yang kemudian menikah dengan para resi dan dewa sehingga memenuhi alam semesta dengan berbagai keturunan.

Mengapa Manu sangat penting?
Kata "manusia" (manuṣya) berasal dari nama Manu, karena seluruh umat manusia dalam satu manvantara dianggap sebagai keturunan Manu.
Dalam satu hari Brahmā terdapat 14 Manu, dan masing-masing memerintah selama satu manvantara. Kita sekarang hidup pada masa Manu ketujuh, yaitu Vaivasvata Manu.

Makna rohani
Kisah ini menunjukkan bahwa:
Penciptaan bukan sekadar menghasilkan makhluk hidup, tetapi membangun masyarakat yang berlandaskan dharma.
Seorang raja ideal harus menjalankan pemerintahan sebagai pelayanan kepada Tuhan.
Dari keluarga Svāyambhuva Manu lahirlah banyak tokoh agung seperti Dhruva Mahārāja, Kapiladeva, Yajña, dan melalui garis keturunannya berkembang hampir seluruh umat manusia pada awal penciptaan.

Dalam Śrīmad Bhāgavatam 3.12–3.24, silsilah Svāyambhuva Manu menjadi dasar bagi banyak kisah besar berikutnya, termasuk kisah Kardama Muni dan Devahūti, Dhruva Mahārāja, Dakṣa, serta berbagai dinasti raja dan resi yang membentuk sejarah awal alam semesta menurut Veda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA