PARAM-PARA ATAU SAMPRADAYA"


 "PARAM-PARA ATAU SAMPRADAYA"

(Apa itu Sampradaya/Param-para atau Perguruan Rohani Veda ?)

Kebenaran Mutlak atau Tuhan Yang Maha Esa turun melalui empat Sampradaya, Perguruan Rohani atau empat Perguruan Param-para pada zaman Kali-Yuga ini. 

Yaitu bahwa Padma Purana menyebutkan ada empat Sampradaya asli, atau empat garis Perguruan Rohani atau juga disebut Guru Parampara :

"Sampradaya vihina ye mantras te

 viphala matah

atah kalau bhavishyanti chatvarah Sampradaya 

Shri-brahma-rudra-sanaka vaishnava kshitipavanah

Chatvarah te kalau bhavya hy 

utkale purushottamah

Ramanujam shrihi svichakre 

madvacharyam chaturmuhash

Srivishnusvami rudro nimbadityam chatuksanaha"

Artinya :

Orang yang mengucapkan mantra atau doa, tetapi tidak menerima mantra itu dari salah satu dari empat garis Perguruan Rohani yang bonafid ini, maka dia kurang lebih hanyalah akan membuang-buang waktu (fruitless). Dengan demikian, di dalam zaman Kali-Yuga akan ada empat guru yang penting yang mewakili masing-masing dari empat Sampradaya-Vaisnava ini, yang dikenal sebagai Sampradaya Shri, Brahma, Rudra, dan Sanaka (Catur Kumara), 

Devi Shri (Laksmi, Sakti Visnu) memilih Ramanuja (untuk mendirikan Sampradaya-nya), Brahma berkepala empat memilih Madhva, Rudra (Siva) memilih Vishnu Svami, dan Empat 'Sana' (Sanaka, Sanat-Kumara, Sananda, Sanatana) memilih Nimbarka.


Didalam Ayat inilah berada rahasia Pengetahuan Veda, Kebenaran esoterik dari Tuhan Yang Maha Esa turun lewat melalui Empat garis Perguruan Rohani ini. Empat Sampradaya ini adalah Vaishnava-Sampradaya, yang memuja Istha Sri Visnu. Empat Sampradaya bonafide ini memuja Sri Krishna, Sri Visnu, Sri Narayana sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.


Para Acharya atau Guru kerohanian dalam garis Perguruan Rohani Veda atau Sampradaya adalah merupakan manifestasi dari Tuhan itu sendiri. Apa yang disampaikan oleh Tuhan (Wahyu), itulah yang disampaikan oleh Para Acharya atau Para Resi, dan apa yang diterima oleh Para Resi atau Acharya dari Tuhan, itulah yang disampaikan kepada Guru-guru Kerohanian Penerusnya, dan apa yang diterima oleh Para Guru-guru Kerohanian dari Para Acharya, itulah yang disampaikan kepada murid-muridnya, inilah yang disebut Param-para atau Sampradaya.


Para Acharya atau Para Guru-guru Kerohanian Dalam garis Perguruan Rohani Veda/Param-para atau Sampradaya adalah merupakan manifestasi dari Tuhan itu sendiri yang menjelma menjadi Guru-guru Kerohanian.


Dalam garis Perguruan Rohani Sri/Laksmi Sampradaya memilih Sri Ramanujacharya yang merupakan perwujudan dari Sri Ananta Shesa Naga. Dipandang sebagai Sri Lakshmana.

Dalam garis Perguruan Rohani Brahma Sampradaya memilih Madhva Charya yang merupakan perwujudan dari Dewa Vayu/Dewa Angin.

Dalam garis Perguruan Rohani Rudra (Siva) Sampradaya memilih Sri Visnu svami yang merupakan perwujudan dari Vamana Avatara. Semua ini dijelaskan dalam Garga Samhita. Dan dalam garis Perguruan Rohani Empat 'Sana' (Sanaka, Sanat-Kumara, Sananda, Sanatana) Sampradaya, memilih Sri Nimbarka Charya yang merupakan perwujudan dari Sudarshana Cakra (Cakra milik Sri Krishna/Sri Visnu. 

Semua Para Acharya atau Guru-guru Kerohanian penerusnya dalam garis Perguruan Rohani atau disebut Param-para atau Sampradaya adalah merupakan manifestasi dari Tuhan itu sendiri. 

Salah satu Contoh dijelaskan juga Guru kerohanian penerus dalam garis Perguruan Sri Sampradaya yaitu Sri Ramanandha Acharya adalah Perwujudan dari Sri Rama Chandra.


(Sampradaya/Param-para).


Komentar