Kisah Kemunculan Dewi Ekadasi


 

🌙 Kisah Kemunculan Dewi Ekadasi
Pada suatu masa, hiduplah seorang raksasa yang sangat kuat dan kejam bernama Mura. Ia memiliki kekuatan luar biasa dan membuat para dewa ketakutan. Bahkan para dewa yang dipimpin oleh Indra tidak mampu mengalahkannya.
Dalam keputusasaan, para dewa memohon perlindungan kepada Sri Krishna (dalam beberapa versi disebut juga sebagai Narayana).

⚔️ Pertempuran Besar
Sri Krishna pun menghadapi Mura dalam pertempuran dahsyat yang berlangsung sangat lama. Senjata demi senjata dilepaskan, tetapi Mura tetap tidak terkalahkan. Ia memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa.
Akhirnya, setelah bertempur tanpa henti, Sri Krishna memasuki sebuah gua di gunung untuk beristirahat sejenak. Ini bukan karena kelemahan, tetapi bagian dari rencana rohaniNya.

🌑 Mura Menyerang
Melihat kesempatan itu, Mura mengikuti Krishna ke dalam gua. Ia berpikir:
“Sekarang saatnya aku membunuh-Nya ketika Ia lengah!”
Dengan niat jahat, Mura mendekati Krishna yang tampak sedang beristirahat.
✨ Kemunculan Dewi Ekadasi
Namun, tepat ketika Mura hendak menyerang, dari tubuh Sri Krishna—tepatnya dari pusar-Nya (nabhi)—muncullah seorang Dewi yang sangat bercahaya dan penuh kekuatan rohani
Dewi itu adalah Dewi Ekadasi.
Wajahnya bersinar seperti ribuan matahari, matanya penuh ketegasan, dan aura sucinya membuat Mura gemetar. Tanpa ragu, Dewi Ekadasi langsung menghadapi raksasa itu.

⚡ Kehancuran Mura
Dalam sekejap, dengan kekuatan ilahinya, Dewi Ekadasi menghancurkan Mura. Raksasa yang tidak terkalahkan oleh para dewa itu akhirnya gugur di tangan Dewi yang lahir dari tubuh Tuhan sendiri.

🌼 Pemberian Nama “Ekadasi”
Setelah itu, Sri Krishna bangun dan melihat bahwa Mura telah terbunuh.
Beliau berkata kepada Dewi:
“Engkau telah menyelamatkan-Ku dan menghancurkan musuh para dewa. Aku sangat puas denganmu. Mintalah anugerah apa pun.”
Dewi itu menjawab:
“Jika Engkau berkenan, berilah aku agar hari kemunculanku menjadi hari suci bagi umat manusia, di mana mereka dapat terbebas dari dosa dengan berpuasa dan mengingat-Mu.”
Sri Krishna pun mengabulkannya.
Karena Dewi itu muncul pada hari ke-11 (Ekadasi) dalam kalender bulan, maka hari itu dinamakan Ekadasi, hari suci untuk berpuasa dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

🌙 Penutup
Sejak saat itu, hari Ekadasi dipandang sangat suci. Dengan berpuasa, berdoa, dan mengingat Sri Krishna pada hari itu, seseorang dipercaya dapat membersihkan diri dari dosa dan mendekat diri kepada Tuhan. Secara lebih sederhana puasa dilakukan dengan menghindari makan biji bijian(pala wija) yg berbuah di atas tanah,karena pada hari ekadasi kepribadian dosa tinggal pada pala wija tsb,ini akan diceritakan lebih detail pada kisah ekadasi berikutnya,hari ekadasi jatuh pada hari ke sebelas setelah purnama dan tilem (pengelong dan penanggal ke sebelas)2× sebulan🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

Kisah Raja Nala dan Putri Damayanti