PORI- PORI MAHA VISNU
ALAM SEMESTA YG TAK TERHINGGA JUMLAHNYA KELUAR
DARI PORI- PORI MAHA VISNU
Sebelumnya kita sudah sedikit mempelajari tentang 1 alam semesta yg di ciptakan oleh 1 Brahma yg
berkepala 4.Tapi ternyata masih banyak alam semesta lain bahkan tak terhingga jumlahnya yg keluar dari Pori -poti Maha Visnu ketika BELIAU menghembuskan nafas. Alam semesta material hanyalah sebagian kecil dari ciptaan Tuhan
Kitab-kitab Veda menjelaskan bahwa ciptaan Tuhan terbagi menjadi:
Dunia rohani (Vaikuṇṭha dan Goloka Vṛndāvana) yang kekal dan tidak pernah mengalami pralaya.
Dunia material, yang jumlah alam semestanya tidak terhitung.
Semua alam semesta material itu berada di dalam Kāraṇa-jala (Lautan Kausal/Causal Ocean).
Mahā Viṣṇu berbaring di Kāraṇa-jala
Di atas Kāraṇa-jala berbaring Mahā Viṣṇu (Kāraṇodakaśāyī Viṣṇu).
Beliau berada dalam yoga-nidrā.
Ketika Mahā Viṣṇu menghembuskan napas, dari pori-pori tubuh-Nya keluar jutaan bahkan tak terhitung alam semesta, bagaikan gelembung-gelembung yang muncul di permukaan air.
Brahma-saṁhitā (5.48) menggambarkan:
yasyaika-niśvasita-kālam athāvalambya
jīvanti loma-vilajā jagad-aṇḍa-nāthāḥ...
Artinya secara ringkas:
"Selama satu hembusan napas Mahā Viṣṇu, para penguasa setiap alam semesta (Brahmā) hidup. Alam-alam semesta muncul dari pori-pori tubuh-Nya dan kembali masuk ketika Beliau menarik napas."
Ini menunjukkan betapa agungnya Mahā Viṣṇu. Seluruh umur Brahmā hanyalah sekejap dibandingkan dengan satu napas-Nya.
Mahā Viṣṇu memasuki setiap alam semesta
Setelah setiap alam semesta muncul, awalnya bagian dalamnya masih kosong dan gelap.
Lalu Mahā Viṣṇu berekspansi menjadi bentuk kedua, yaitu:
Garbhodakaśāyī Viṣṇu
Satu Garbhodakaśāyī Viṣṇu memasuki setiap alam semesta.
Beliau kemudian memenuhi sekitar setengah bagian alam semesta dengan air yang disebut Garbhodaka.
Di atas lautan itu Beliau berbaring di atas Ananta Śeṣa.
Brahmā lahir dari bunga teratai
Dari pusar Garbhodakaśāyī Viṣṇu tumbuh sebuah bunga teratai yang sangat besar.
Di atas bunga itu lahirlah Brahmā.
Awalnya Brahmā tidak mengetahui:
siapa dirinya,
dari mana asalnya,
apa tugasnya.
Beliau mencoba turun melalui tangkai teratai selama waktu yang sangat lama tetapi tidak menemukan ujungnya.
Kemudian terdengar suara:
"Tapa... Tapa..."
Brahmā pun bertapa selama seribu tahun menurut ukuran para dewa. Setelah itu Bhagavān menampakkan diri dan memberikan pengetahuan Veda serta tugas menciptakan berbagai bentuk kehidupan.Setiap alam semesta memiliki Brahmā sendiri
Inilah bagian yang sangat menarik.
Karena ada tak terhitung alam semesta, maka ada tak terhitung Brahmā.
Setiap Brahmā memimpin satu alam semesta.
Mengapa jumlah kepala Brahmā berbeda?
Hal ini dijelaskan dalam Caitanya-caritāmṛta, Ādi-līlā Bab 9, ketika Brahmā berkepala empat datang menemui Śrī Kṛṣṇa di Dvārakā.
Kṛṣṇa bertanya kepada penjaga pintu:
"Brahmā yang mana?"
Brahmā berkepala empat menjadi heran.
Setelah ia masuk, Kṛṣṇa memanggil Brahmā-Brahmā dari alam semesta lain.
Datanglah Brahmā:
berkepala 8,16,100,1.000,10.000,
bahkan jutaan kepala.
Brahmā berkepala empat merasa dirinya sangat kecil.
Para ācārya menjelaskan bahwa semakin besar alam semesta, semakin besar pula kemampuan yang diperlukan untuk mengelolanya, sehingga Brahmā di alam semesta itu memiliki lebih banyak kepala sebagai lambang kapasitas pengetahuan dan tanggung jawab.
Ekspansi ketiga Viṣṇu
Setelah Garbhodakaśāyī Viṣṇu memasuki setiap alam semesta, Beliau kembali berekspansi menjadi:
Kṣīrodakaśāyī Viṣṇu
Beliau tinggal di Samudra Susu (Kṣīra-sāgara) dalam setiap alam semesta.
Beliau juga bersemayam di hati semua makhluk sebagai: Paramātmā.
Jadi:
Mahā Viṣṇu menciptakan banyak alam semesta.
Garbhodakaśāyī Viṣṇu memasuki setiap alam semesta.
Kṣīrodakaśāyī Viṣṇu memasuki setiap hati semua makhluk.
Ketiga-Nya adalah ekspansi Bhagavān yang sama.
Betapa kecilnya alam semesta kita
Dalam Bhāgavatam dijelaskan bahwa alam semesta kita hanyalah satu butir di antara alam semesta yang tak terhitung jumlahnya.
Karena itu ketika manusia merasa dirinya sangat besar, para mahājana mengajarkan kerendahan hati.
Bahkan Brahmā yang menguasai satu alam semesta pun, setelah melihat Brahmā-Brahmā lain, menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Śrī Kṛṣṇa.
Ringkasan urutan penciptaan
│
Mahā Saṅkarṣaṇa
│
Mahā Viṣṇu
(Kāraṇodakaśāyī)
│
═══════ Causal Ocean ═══════
│
Tak terhitung alam semesta keluar
dari pori-pori Mahā Viṣṇu
│
Mahā Viṣṇu memasuki setiap alam semesta
sebagai Garbhodakaśāyī Viṣṇu
│
Garbhodaka memenuhi setengah alam semesta
│
Teratai tumbuh dari pusar-Nya
│
Brahmā lahir
│
Brahmā menciptakan berbagai bentuk kehidupan
atas petunjuk Bhagavān
│
Kṣīrodakaśāyī Viṣṇu memasuki
setiap hati sebagai Paramātmā
sarvasya cāhaṁ hṛdi sanniviṣṭo
"Aku bersemayam di dalam hati semua makhluk."
Artinya, walaupun terdapat tak terhitung alam semesta dengan tak terhitung Brahmā, Bhagavān tetap hadir di dalam hati setiap jīva sebagai Paramātmā, membimbing mereka dengan penuh kasih 
Komentar
Posting Komentar