Postingan

Krishna menunjukkan Visvarupa, wujud semesta [wisnu murti]

Gambar
Inilah detik sakral turunnya Bhagavad Gita di Kurukshetra — Krishna menunjukkan Visvarupa, wujud semesta: Krishna bertangan ribuan berisi galaksi, matahari, bulan, dan para dewa di dalam tubuhnya, bersinar terang menembus awan petir. Di bawah, Arjuna bersimpuh memuja di samping kereta emas, sementara pasukan Pandawa-Kurawa terpana menyaksikan di medan perang. Salah satu peristiwa paling agung dalam Mahabharata terjadi sesaat sebelum Perang Kurukshetra dimulai. Ketika Arjuna diliputi keraguan dan enggan mengangkat senjata melawan sanak keluarganya, Sri Kṛṣṇa menyampaikan ajaran Bhagavad Gita . Puncak ajaran itu terdapat pada Bab 11 , ketika Sri Kṛṣṇa memperlihatkan Viśvarūpa (Wujud Semesta atau Wujud Universal) kepada Arjuna. Latar Belakang Di tengah medan Kurukshetra, Arjuna berkata kepada Sri Kṛṣṇa: "Jika Engkau menganggap aku mampu melihat wujud-Mu yang agung itu, maka perlihatkanlah kepadaku bentuk-Mu yang kekal." Sri Kṛṣṇa menjawab bahwa mata jasmani tidak mampu melih...

PRALAYA (PELEBURAN) ALAM SEMESTA DIBAGI MENJADI 3 TAHAPAN

Gambar
  PRALAYA (PELEBURAN) ALAM SEMESTA DIBAGI MENJADI 3 TAHAPAN Penjelasan ini terutama bersumber dari Śrīmad Bhāgavatam (Skandha 3 dan 12), Viṣṇu Purāṇa, Bhagavad-gītā, dan penjelasan para ācārya. 1. Peleburan pada akhir setiap Manvantara (Manvantara-pralaya)           Kapan terjadi? Terjadi pada akhir pemerintahan satu Manu. Satu hari Brahmā terdiri dari 14 Manvantara. Durasi Satu Manvantara berlangsung sekitar:  71 Mahā-yuga + masa peralihan (sandhyā). Totalnya sekitar 306.720.000 tahun manusia.           Apa yang dilebur? Ini bukan penghancuran total. Yang mengalami kehancuran terutama: Sebagian besar umat manusia.  Banyak kerajaan. Sebagian makhluk hidup. Terjadi perubahan besar pada bumi. Jabatan Indra, Manu, dan para dewa diganti.           Namun : Bhūrloka tetap ada.  Planet-planet atas tetap ada.  Matahari, bulan, dan tata surya tetap ber...

Bhagavad Gita di tengah Kurukshetra

Gambar
Bhagavad Gita di tengah Kurukshetra  : Ini dia adegan paling suci Krishna berkulit biru bercahaya emas memberi wejangan dharma, sementara Arjuna bersimpuh dengan busur tergeletak, dikelilingi dua pasukan besar Pandawa dan Kurawa yang siap perang, langit gelap berpetir tapi sinar surga turun di atas kereta. Bhagavad Gita ("Nyanyian Tuhan") adalah bagian dari Mahabharata , tepatnya dalam Bhisma Parwa (umumnya disebut bab 23–40 dalam Bhisma Parwa). Bhagavad Gita terdiri atas 18 bab dan sekitar 700 sloka . Ajaran ini disampaikan oleh Sri Krishna kepada Arjuna di tengah medan Kurukshetra , tepat sebelum perang besar dimulai. Mengapa Bhagavad Gita Diturunkan? Ketika kedua pasukan telah siap bertempur, Arjuna meminta Sri Krishna menghentikan kereta di antara barisan Pandawa dan Kaurava. Melihat guru (Drona), kakek (Bhisma), paman, sepupu, sahabat, dan kerabat berada di kedua pihak, Arjuna diliputi kesedihan. Ia berkata: "Apa gunanya kerajaan bila harus diperoleh dengan mem...

Pemujaan Sri Rama kepada Dewi Durga

Gambar
  Pemujaan Sri Rama kepada Dewi Durga, yang dikenal sebagai Akal Bodhan, adalah salah satu episode yang paling dihormati dalam tradisi Hindu. Sebelum pertempuran besar di Lanka, Sri Rama memohon berkah Adi Shakti untuk mendapatkan kekuatan mengalahkan Ravana dan memulihkan Dharma. Menurut tradisi, ia mempersembahkan 108 bunga teratai biru kepada Ibu Ilahi, tetapi ketika satu bunga teratai hilang secara misterius, Rama—yang matanya dibandingkan dengan kelopak bunga teratai—bersiap untuk mempersembahkan salah satu matanya sendiri sebagai wujud pengabdian yang sempurna. Terharu oleh imannya yang teguh, Dewi Durga muncul di hadapannya, menghentikan pengorbanannya, dan memberkatinya dengan kemenangan ilahi. Diberdayakan oleh karunianya, Sri Rama menang atas Ravana pada Vijayadashami, melambangkan kemenangan abadi kebenaran atas kejahatan. Tindakan pengabdian suci ini diperingati selama Sharadiya Durga Puja, mengingatkan para umat bahwa kerendahan hati, iman yang tulus, dan berkah Ibu Il...

CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA)

Gambar
  CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA) Kemunculan Svāyambhuva Manu dan istrinya Śatarūpā merupakan salah satu peristiwa penting dalam penciptaan alam semesta menurut Śrīmad Bhāgavatam (Skandha 3) dan Purana lainnya. Kisah ini menjelaskan bagaimana umat manusia mulai berkembang melalui keturunan Manu. Munculnya Svāyambhuva Manu dan Śatarūpā Setelah menciptakan 25 Prajapari dan RSI,Pertumbuhan mahluk hidup masih terlalu sedikit. Brahmā dg rasa kecewa merenungkan cara lain untuk memperluas penciptaan, dari renungan itu Kemudian dari tubuhnya muncul sepasang manusia yg satu ada kumisnya satunya lagi ada benjolan kembar didadanya,itulah sosok laki dan perempuan Svāyambhuva Manu (lelaki) Śatarūpā (perempuan) sejak kemunculannya mereka mempunyai ketertarikan satu sama lain untuk hubungan suami istri. Nama Svāyambhuva berarti "yang berasal dari Svayambhū (Brahmā yang lahir sendiri)", sedangkan Śatarūpā berarti "yang memiliki seratus bentuk" atau melambangkan kemampuan menjadi ibu...

CIPTAAN BERIKUTNYA

Gambar
  SETELAH MENCIPTAKAN SUSUNAN ALAM SEMESTA DALAM LOKA-LOKA DEWA BRAHMA MENGISI DENGAN BERBAGAI MAHLUK Menurut Śrīmad Bhāgavatam, setelah Brahmā menyusun alam semesta dan membagi berbagai loka, tugas berikutnya adalah menciptakan penduduk yang akan mengisi loka-loka tersebut. Proses ini berlangsung bertahap dan tidak langsung berhasil. 1. Brahmā menciptakan ketidaktahuan (avidyā) Pada tahap awal, Brahmā menciptakan berbagai bentuk kegelapan batin:           Tāmisra           Andha-tāmisra           Tamas           Moha           Mahā-moha yaitu:     - rasa takut akan kematian,lupa dengan identitas sejati sebagai jiwa pelayan Tuhan,     - rasa kepemilikan palsu,keterikatan pada kenikmatan dunia,     - kemarahan karena prustasi, dengan demikian manusia akan betah untuk tingga...