Postingan

Pemujaan Sri Rama kepada Dewi Durga

Gambar
  Pemujaan Sri Rama kepada Dewi Durga, yang dikenal sebagai Akal Bodhan, adalah salah satu episode yang paling dihormati dalam tradisi Hindu. Sebelum pertempuran besar di Lanka, Sri Rama memohon berkah Adi Shakti untuk mendapatkan kekuatan mengalahkan Ravana dan memulihkan Dharma. Menurut tradisi, ia mempersembahkan 108 bunga teratai biru kepada Ibu Ilahi, tetapi ketika satu bunga teratai hilang secara misterius, Rama—yang matanya dibandingkan dengan kelopak bunga teratai—bersiap untuk mempersembahkan salah satu matanya sendiri sebagai wujud pengabdian yang sempurna. Terharu oleh imannya yang teguh, Dewi Durga muncul di hadapannya, menghentikan pengorbanannya, dan memberkatinya dengan kemenangan ilahi. Diberdayakan oleh karunianya, Sri Rama menang atas Ravana pada Vijayadashami, melambangkan kemenangan abadi kebenaran atas kejahatan. Tindakan pengabdian suci ini diperingati selama Sharadiya Durga Puja, mengingatkan para umat bahwa kerendahan hati, iman yang tulus, dan berkah Ibu Il...

CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA)

Gambar
  CIPTAAN MANU (LELUHUR MANUSIA) Kemunculan Svāyambhuva Manu dan istrinya Śatarūpā merupakan salah satu peristiwa penting dalam penciptaan alam semesta menurut Śrīmad Bhāgavatam (Skandha 3) dan Purana lainnya. Kisah ini menjelaskan bagaimana umat manusia mulai berkembang melalui keturunan Manu. Munculnya Svāyambhuva Manu dan Śatarūpā Setelah menciptakan 25 Prajapari dan RSI,Pertumbuhan mahluk hidup masih terlalu sedikit. Brahmā dg rasa kecewa merenungkan cara lain untuk memperluas penciptaan, dari renungan itu Kemudian dari tubuhnya muncul sepasang manusia yg satu ada kumisnya satunya lagi ada benjolan kembar didadanya,itulah sosok laki dan perempuan Svāyambhuva Manu (lelaki) Śatarūpā (perempuan) sejak kemunculannya mereka mempunyai ketertarikan satu sama lain untuk hubungan suami istri. Nama Svāyambhuva berarti "yang berasal dari Svayambhū (Brahmā yang lahir sendiri)", sedangkan Śatarūpā berarti "yang memiliki seratus bentuk" atau melambangkan kemampuan menjadi ibu...

CIPTAAN BERIKUTNYA

Gambar
  SETELAH MENCIPTAKAN SUSUNAN ALAM SEMESTA DALAM LOKA-LOKA DEWA BRAHMA MENGISI DENGAN BERBAGAI MAHLUK Menurut Śrīmad Bhāgavatam, setelah Brahmā menyusun alam semesta dan membagi berbagai loka, tugas berikutnya adalah menciptakan penduduk yang akan mengisi loka-loka tersebut. Proses ini berlangsung bertahap dan tidak langsung berhasil. 1. Brahmā menciptakan ketidaktahuan (avidyā) Pada tahap awal, Brahmā menciptakan berbagai bentuk kegelapan batin:           Tāmisra           Andha-tāmisra           Tamas           Moha           Mahā-moha yaitu:     - rasa takut akan kematian,lupa dengan identitas sejati sebagai jiwa pelayan Tuhan,     - rasa kepemilikan palsu,keterikatan pada kenikmatan dunia,     - kemarahan karena prustasi, dengan demikian manusia akan betah untuk tingga...

LANGKAH AWAL PENCIPTAAN

Gambar
  LANGKAH AWAL PENCIPTAAN Menurut Śrīmad Bhāgavatam, Viṣṇu Purāṇa, dan Purāṇa lainnya, setelah Brahmā lahir dari bunga Padma yang tumbuh dari pusar Visnu (Garbhodakaśāyī Viṣṇu), beliau menerima pengetahuan Veda dari Tuhan dan mulai mengatur alam semesta yang sebelumnya masih berupa unsur-unsur yang belum tersusun. Brahmā kemudian membagi alam semesta menjadi berbagai loka (tingkatan dunia) agar berbagai makhluk dapat tinggal sesuai karma dan tingkat kesadarannya. Tujuh Loka Atas (Ūrdhva-loka) :      1.Bhūrloka           Alam manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk fisik lainnya.           Bumi (Bhū-maṇḍala) berada di tingkat ini.      2.Bhuvarloka           Ruang antara bumi dan surga.           Tempat tinggal Siddha, Cāraṇa, Vidyādhara, Yakṣa, dan makhluk halus tertentu.     3. Svarloka (Svarga)      ...

PARAM-PARA ATAU SAMPRADAYA"

Gambar
 "PARAM-PARA ATAU SAMPRADAYA" (Apa itu Sampradaya/Param-para atau Perguruan Rohani Veda ?) Kebenaran Mutlak atau Tuhan Yang Maha Esa turun melalui empat Sampradaya, Perguruan Rohani atau empat Perguruan Param-para pada zaman Kali-Yuga ini.  Yaitu bahwa Padma Purana menyebutkan ada empat Sampradaya asli, atau empat garis Perguruan Rohani atau juga disebut Guru Parampara : "Sampradaya vihina ye mantras te  viphala matah atah kalau bhavishyanti chatvarah Sampradaya  Shri-brahma-rudra-sanaka vaishnava kshitipavanah Chatvarah te kalau bhavya hy  utkale purushottamah Ramanujam shrihi svichakre  madvacharyam chaturmuhash Srivishnusvami rudro nimbadityam chatuksanaha" Artinya : Orang yang mengucapkan mantra atau doa, tetapi tidak menerima mantra itu dari salah satu dari empat garis Perguruan Rohani yang bonafid ini, maka dia kurang lebih hanyalah akan membuang-buang waktu (fruitless). Dengan demikian, di dalam zaman Kali-Yuga akan ada empat guru yang penting yang m...

AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

Gambar
 AWAL PENCIPTAAN ALAM SEMESTA Pada awal mula alam semesta, ketika segalanya masih diliputi kegelapan dan kehampaan, hanya ada satu wujud rohani yang berbaring di lautan semerta—yaitu Sri Visnu. Beliau berbaring di atas ular suci Ananta Shesha, dalam keadaan yoga-nidra , mengapung di samudra tanpa batas yang disebut Garbhodaka. Dari pusar Sri Visnu, perlahan muncul sebuah batang bercahaya yang kemudian mekar menjadi bunga padma (teratai) yang agung. Di atas bunga padma itulah lahir Dewa Brahma—sang pencipta alam semesta. 🌼 Brahma Mencari Asal-usulnya Ketika pertama kali sadar, Dewa Brahma melihat sekelilingnya hanya kehampaan. Tidak ada arah, tidak ada suara—hanya dirinya dan bunga padma tempat ia duduk. Dipenuhi rasa ingin tahu, ia mencoba menelusuri batang padma itu ke bawah, berharap menemukan asal-usulnya. Namun ia tidak menemukan ujungnya. Setelah lama mencari tanpa hasil, ia kembali ke atas dan duduk bermeditasi. Dalam keheningan itu, ia mendengar suara gaib “Tapa… Tapa…” (be...

KISAH DI PUJANYA SHIVA LINGGA

Gambar
KISAH DI PUJANYA SHIVA LINGGA  YANG TIDAK BERBEDA DENGAN DEWA SIVA SENDIRI. Dalam padma purana ada cerita yg sangat menarik sekali berkenaan dengan di pujanya alat kelamin dewa siwa (shiva lingga) pada suatu ketika dewa brahma melakukan upacara korban suci di pushkara, yang di hadiri dewa visnu, shiwa, indra, dan semua dewa2 yg lain.ketika waktu hari baik sudah mendekati di mulainya upacara itu, dewa brahma mengirim asistennya untuk memanggil istrinya savitri, karena seseorang tidak bisa melaksanakan upacara yajna itu tanpa di hadiri sang istri. asisten itu mendekati savitri dengan berkata" oo dewi cepatlah datang ke arena korban suci yajna karena api udah di nyalakan bertanda yajna segera akan di mulai, savitri mnjawab" saya belum bikin dekorasi rumah yg memberi kemujuran disamping itu laksmi istri sri narayana juga blum datang, swaha istri dewa agni juga blum datang, dhumorna istri dewa yamaraja, gauri istri dewa varuna, arundati istri vashista mereka semua blum datang.....