Postingan

"DEVA SIVA TERSELAMATKAN"

Gambar
  (Sebuah Kisah Sejarah Kuno tentang bagaimana Dewa Gunung Kailasa berada dalam bahaya karena menawarkan berbagai berkah kepada Iblis VRKA). Sehubungan dengan hal ini, diceritakan sebuah kisah Sejarah Kuno tentang bagaimana Dewa Gunung Kailasa berada dalam bahaya karena menawarkan berbagai berkah kepada Iblis VRKA. Suatu ketika, Iblis bernama VRKA, Putra Sakuni, bertemu dengan Narada dijalan. Orang jahat itu bertanya kepada-nya ; 'Dewa mana dari ketiga Dewa Utama yang dapat dipuaskan paling cepat ?' Narada berkata kepadanya ; 'Sembahlah Dewa Siva dan engkau akan segera meraih kesuksesan. Dia akan segera senang melihat kebaikan sekecil apapun dari Penyembahnya dan akan segera marah melihat kesalahan sekecil apapun. Ia merasa senang dengan Ravana yang berkepala Sepuluh dan juga dengan Banasura, ketika mereka masing-masing melantunkan kemuliaannya, seperti Para Penyair di Istana Kerajaan. Kemudian Dewa Siva menganugerahkan Kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada ...

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

Gambar
Pada zaman dahulu hiduplah seorang ibu dan putrinya di sebuah desa kecil dekat sungai. Mereka hidup sederhana. Sang putri masih muda, hatinya lembut, dan sangat suka mendengar ajaran rohani. Sedangkan ibunya sebenarnya baik, tetapi pikirannya lebih dipenuhi keraguan dan urusan dunia. Di seberang sungai tinggal seorang sadhu suci yang setiap sore memberikan ceramah tentang kebesaran nama Tuhan. Banyak penduduk datang mendengarkan beliau. Suatu hari ibu dan putrinya ikut datang. Mereka duduk di bawah pohon besar bersama penduduk lain. Angin sore berhembus pelan sementara sang sadhu berbicara dengan suara tenang: “Nama Tuhan tidak berbeda dengan Tuhan sendiri.” “Jika seseorang mengucapkan nama suci dengan hati penuh keyakinan, maka nama itu mampu menyelamatkan manusia dari ketakutan terbesar.” Beliau lalu berkata lagi: “Lautan kesulitan dunia dapat diseberangi dengan perahu nama Tuhan.” Sang putri mendengarkan dengan mata berbinar. Kata-kata itu masuk ke dalam hatinya. Tetapi sang ibu ber...

URVASI DALAM KISAH LAIN.

Gambar
  Urvaśī muncul dalam beberapa kisah penting dalam Mahabharata dan Purana. Dua kisah yang paling terkenal adalah hubungannya dengan Raja Purūrava dan pertemuannya dengan Arjuna. Urvaśī dan Raja Purūrava Purūrava adalah seorang raja besar dari dinasti Candra (wangsa bulan) dan merupakan leluhur jauh para Kuru serta Pandawa. Suatu hari Urvaśī, apsara tercantik di surga Indra, melihat Purūrava dan jatuh cinta kepadanya. Purūrava juga terpikat oleh kecantikannya. Mereka kemudian hidup bersama sebagai suami istri di bumi selama bertahun-tahun. Para Gandharva di surga ingin Urvaśī kembali ke surga. Karena ikatan surgawinya, Urvaśī harus meninggalkan bumi dan kembali ke surga. Kesedihan Purūrava Ketika Urvaśī pergi, Purūrava sangat berduka. Ia mengembara ke berbagai tempat, hutan dan sungai, mencari Urvaśī. Dalam beberapa versi kisah, ia bertahun-tahun hidup dalam kerinduan yang mendalam. Akhirnya ia bertemu kembali dengan Urvaśī untuk waktu yang singkat. Dari hubungan mereka lahirlah put...

SHRI ISHVARA PURI

Gambar
KEAGUNGAN DAN KEMULIAN SHRI ISHVARA PURI Shri Ishvara Puri adalah Guru Kerohanian Shri Caitanya Mahaprabhu, dan Shri Ishvara Puri adalah sisya terkasih dari Shri Madhavendra Puri (kepribadian agung yg sangat termahsyur dengan lila semangkok khira yg dengan sengaja di 'curi' oleh Tuhan Gopal sendiri untuk diberikan kepada beliau yang juga selanjutnya sebagai awal sejarah diadakannya perayaan Chandan Yatra...  Shri Krishnadasa Kaviraja Gosvami telah menjelaskan dalam Shri Chaitanya Charitamrita bahwa tunas awal dari pohon pemenuh segala keinginan dalam bhakti diwujudkan dalam diri Shri Madhavendra Puri, dan bahwa tunas itu telah berkembang lagi dan diwujudkan pada diri Shri Ishvara Puri. Kemudian, bertunas kembali di dalam diri Shri Chaitanya Mahaprabhu, yang mana Beliaulah 'tukang kebun' itu sendiri, tunas termuda ini selanjutnya menjadi batang pohon yang besar, pohon pemenuh segala keinginan dalam bhakti. [C. C. Adi 9.10-11] Shri Ishvara Puri muncul di dun...
Gambar
Chaitanya Mahaprabhu muncul secara rohani di Mayapur di kota Nadia tepat pada Bulan Purnama setelah matahari terbenam pada malam Phalguna ke-23 (1407 Sakadba), diperkirakan pada tanggal 18 Februari 1486. Pada saat kemunculan Beliau, kilauan cahaya yang keluar dari badan rohani Beliau dikatakan mengalahkan Sinar bulan purnama pada saat itu, dan orang-orang di Nadia kemudian disibukkan dalam pelayanan bhakti, seperti yang biasa terjadi pada saat-saat seperti itu, mereka yang sedang mandi di Sungai Bhagirathi bersorak-sorak “Haribolo” dengan sangat kerasnya. Ayah Beliau, Jagannatha Misra, ‘brahmana’ yang kurang mampu, dan Ibunda Beliau, Saci-devi, seorang wanita teladan yang baik, keduanya merupakan keturunan ‘brahmana’ yang awalnya tinggal di Sylhet. Mahaprabhu adalah seorang anak yang sangat menawan, dan para wanita yang berasal dari kota pun datang menemui-Nya dengan membawa berbagai macam hadiah. Kakek Beliau dari pihak Ibu (ayah dari Ibu Saci), Pandita Nilambara Cakravarti, seora...

NARA & NARAYANA RSI

Gambar
Kisah Nara dan Nārāyaṇa Ṛṣi adalah salah satu kisah yang sangat terkenal dalam Purana dan Mahabharata. Mereka dipandang sebagai mahayogi yang melakukan tapa brata yang luar biasa di Badarikāśrama (Badrinath, Himalaya). Kelahiran Nara dan Nārāyaṇa Nara dan Nārāyaṇa lahir sebagai putra-putra Dharma, dewa yangmenegakkan kebenaran dan kebajikan, dan istrinya Mūrti (atau Ahimsa menurut beberapa sumber), putri Dakṣa Prajāpati. Meskipun lahir sebagai manusia suci, mereka bukanlah manusia biasa. Nārāyaṇa Ṛṣi adalah inkarnasi langsung Bhagavān Viṣṇu. Nara Ṛṣi adalah yg berperan sebagai sahabat dan ekspansi ilahi-Nya yang selalu mendampingi-Nya. Dalam tradisi Vaiṣṇava dijelaskan bahwa pada zaman Dvāpara Yuga mereka muncul kembali sebagai: Nārāyaṇa → Sri Kṛṣṇa Nara → Arjuna Karena itu Kṛṣṇa dan Arjuna sering disebut sebagai penjelmaan kembali pasangan ilahi Nara-Nārāyaṇa. Pertapaan di Himalaya Setelah dewasa, Nara dan Nārāyaṇa pergi ke pegunungan Himalaya dan melakukan pertapaan yang sangat keras...