Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017
Gambar
  Para Dewa  Hendaknya orang jangan mengalpakan kewajiban untuk menghormati para dewa sebagaimana mestinya. Mungkin se-seorang bukan penyembah dewa, tetapi itu tidak berarti dia harus menunjukkan sikap kurang hormat kepada para dewa. Misalnya, seorang Vaiṣṇava bukan penyembah Dewa Śiva atau Dewa Brahmā, tetapi ia wajib memberi segala hormat kepada dewa-dewa yang mulia tersebut. Menurut filsafat Vaiṣṇava, semut pun harus dihormati, apalagi kepribadian-kepribadian mulia seperti Dewa Śiva dan Dewa Brahmā. Dalam Padma Purāṇa dinyatakan, “Kṛṣṇa, atau Hari, adalah penguasa semua dewa. Karena itu, Kṛṣṇa selalu patut dipuja. Tetapi ini tidak berarti seseorang harus tidak menghormati para dewa.”
Gambar
  Cara Menarik Perhatian   Kṛṣṇa Śrī Rūpa Gosvāmī telah menyatakan bahwa bhakti juga menarik hati Kṛṣṇa. Kṛṣṇa menarik hati semua orang, tetapi pelayanan bhakti menarik hati Kṛṣṇa. Lambang pelayanan bhakti tertinggi ialah Rādhārāṇī. Kṛṣṇa disebut Madana-mohana, yang berarti Dia sangat menarik hati sehingga daya tarik beribu-ribu Dewa asmara dapat dikalahkan oleh-Nya. Tetapi Rādhārāṇī lebih menarik hati lagi, sebab Rādhārāṇī juga mampu menarik hati Kṛṣṇa. Karena itu, para penyembah menjuluki Rādhārāṇī dengan nama Madana-mohana-mohinī—yang menarik hati Dia yang menarik hati Dewa Asmara. Melakukan pelayanan bhakti berarti mengikuti jejak langkah Rādhārāṇī dan para penyembah di Vrndāvana yang menempatkan diri di bawah bimbingan Rādhārāṇī untuk mencapai kesempurnaan dalam pelayanan bhakti-nya. Dengan kata lain, pelayanan bhakti bukanlah aktivitas dunia material. Pelayanan bhakti langsung berada di bawah pengendalian Rādhārāṇī. Dalam Bhagavad-gītā diben...
Gambar
Kebahagiaan dalam Kesadaran   Kṛṣṇa Śrīla Rūpa Gosvāmī sudah menganalisis berbagai sumber kebahagiaan. Beliau membagi kebahagiaan menjadi tiga golongan, yaitu: (1) kebahagiaan yang diperoleh dari kenikmatan material, (2) kebahagiaan yang diperoleh dengan cara mempersamakan diri dengan Brahman Yang Paling Utama, dan (3) kebahagiaan yang diperoleh dari kesadaran Kṛṣṇa. Dalam tantra-ṣāstra Dewa Śiva berkata kepada istrinya, Satī, sebagai berikut: “Istriku yang baik hati, orang yang sudah berserah-diri pada kaki-padma Govinda dan sudah mengembangkan kesadaran Kṛṣṇa yang murni dapat dianugerahi segala kesempurnaan yang diinginkan oleh orang impersonalis de-ngan mudah sekali. Ia juga dapat menikmati kebahagiaan yang dicapai oleh para penyembah-murni, yang lebih tinggi daripada semua kesempurnaan tersebut.” Kebahagiaan yang diperoleh dari bhakti yang murni adalah kebahagiaan tertinggi, karena kebahagiaan itu bersifat kekal. Kebahagiaan yang diperoleh seseorang dari kesemp...
Gambar
BAGAIMANAKAH SIWA MEMBINGUNGKAN ORANG2 JAMAN KALI Dewa Siva sebagai Sankaracarya. Kenyataannya, Sivaji adalah pemuja agung nan intim Personal Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa sri krishna, beliau muncul sebagai Sankarcarya atas permintaan Tuhan Sri Krishna sendiri guna mempercepat pengaruh buruk dan kehancuran Kali-yuga. Dalam Siva Purana Tuhan Yang Maha Esa bersabda kepada Dewa Siva: “Pada jaman Kali sesatkanlah masyarakat umum dengan menghadirkan makna-khayal (mayavada) dari Veda untuk membingungkan mereka dan buat agar mereka enggan pada-Ku serta ketagihan kegiatan-kegiatan karma-kanda (kenikmatan indera) dan jnana-kanda, (pembebasan dalam jalan pengetahuan / filsafat.)” Hal ini juga dibenarkan dalam Padma Purana (Uttarakanda 62.31): svagamaih kalpilais tvam ca janan madvimukhan kuru, mam ca gopaya yana sayat srstir esottarottara “Buatlah rakyat umum enggan kepada-Ku dengan bayang tafsiranmu sendiri terhadap Veda, yaitu mayavada. Juga tutupi Diri-Ku dengan cara sedemikian...
Gambar
Ciri-Ciri Bhakti Yang Murni Dalam Śrīmad-Bhāgavatam, Skanda Tiga, Bab Duapuluh Sembilan, sloka 12 dan 13, Śrīla Kapiladeva yang sedang memberikan pelajaran kepada ibu-Nya, telah menyatakan ciri-ciri bhakti yang murni sebagai berikut: “Ibunda yang baik hati, para penyembah-Ku yang murni sama sekali tidak menginginkan keuntungan material maupun spekulasi filosofi menjadikan pikirannya begitu tekun dalam pelayanan kepada-Ku sehingga mereka tidak pernah berminat meminta sesuatu apa pun dari-Ku kecuali kesempatan untuk menekuni pelayanan tersebut. Kesempatan menetap di tempat tinggal-Ku bersama-Ku pun tidak mereka minta.” Ada lima jenis pembebasan, yaitu, manunggal dengan Tuhan, tinggal bersama Tuhan Yang Maha Esa di planet yang sama, memiliki ciri-ciri badan yang sama seperti Tuhan, menikmati kekayaan yang sama seperti kekayaan Tuhan, dan tinggal bersama Tuhan sebagai rekan-Nya. Jangankan hanya kepuasan indera-indera material, lima jenis pembebasan pun tidak diinginkan oleh seorang pe...
Gambar
SALAH SATU RAHASIA AGAR SETIAP YAJNA/KORBAN SUCI  YG KITA SELENGGARAKAN SUKSES. ( DIAMBIL DARI KISAH DALAM MAHA BHARATA ) Mungkin banyak di antara kita telah melakukan berbagai korban suci / yajna tertentu tapi adalah kurang lengkap dan tidak sukses tanpa adanya salah satunya ini yaitu vaisnawa sewa dengan baik .bisa di baca dari cerita di bawah ini yang ada dalam MAHABHARATA. Dan silakan mengambil point yang lain dan koment berdasarkan cerita di bawah ini.sehingga bisa menjadi meditasi kita hari ini. Sri Krishna mengatakan bahwa kalau RAJASUYA-YAJNA Maharaja yudhistihira selesai dan sukses, maka bel lonceng akan berbunyi dengan otomatis. dengan cara seperti itu setiap orang akan tahu bahwa Yajna itu sudah sukses dan selesai. Korban suci itu telah diadakan dan semuanya selesai, tapi kenyataannya bel tidak berbunyi. Bhima bertanya kepada sri krishna, ‘’ Anda mengatakan bahwa bel loncengnya akan berbunyi dengan otomatis. Semuanya kini telah selesai tapi kenapa bel l...

KRISHNA NANDALALA DAN BHONDU

Gambar
KRISHNA NANDALALA DAN BHONDU (Istirahatlah sejenak, lepaskan semua kepenatan duniawi, bacalah pelan dan dg kasih rohani kisah ini, selamat puasa ekadasi bagi para vaisnava),  hare Krishna: Sri Nanda kisora adalah keturunan ke-7 dari Sri Nityananda Prabhu, beliau mempunyai seorang abdi dan sekaligus murid yg bernama Bhondu yg ditugaskan untuk mengembalakan sapi-sapi. Bhondu berarti Lugu, polos. Hatinya sederhana spt anak2, dia mudah sekali percaya terhadap apapun yg dikatakan orang pdnya. Setiap pagi dia pergi ke Bhandiravana, hutan ditepi sungai Yamuna untuk mengembalakan sapi – sapi. Seseorang mengatakan padanya bahwa Nandalala, Krishna, putra Nanda Maharaj jg pergi ke Bhandiravana bersama kawan-kawanNya untuk mengembalakan sapi-sapi. Bhondu senang sekali mendengar hal ini, dia berharap bahwa pada suatu hari nanti dia akan bertemu dg Nandalala dan bersahabat dgNya, dia akan menari, menyanyi dan bermain2 dgNya jg dg para penegembala lainnya. Kerinduannya untuk bertemu...