VAMANA AVATARA


 TURUNNYA VAMANA AVATARA.   

Setelah peristiwa pengocokan Lautan susu dan para dewa memperoleh Amrta ,terjadi perang besar antara sura dan Asura hampir semua Asura terbunuh.Setelah perang usai Sukracarya,guru Asura menghidupkan kembali Maharaja Bali dan  mayay2 Asura yg badannya masih utuh dg Tirta sanjiwani kemudian mereka menyusun kekuatan besar atas bimbingan guru Sukracarya sehingga mereka bisa mengalahkan para Dewa dan mengusir dari surga Setelah para dewa kehilangan kekuasaan surg, alam semesta memasuki masa yang penuh ketegangan.

Walaupun Bali Maharaja adalah cucu dari bhakta besar Prahlada Maharaja dan terkenal sangat dermawan serta saleh, kekuasaannya membuat para dewa terusir dari Svargaloka.

Ibu para dewa, Aditi, sangat sedih melihat putra-putranya menderita.

Suatu hari, suaminya yang bijaksana, resi Kasyapa Muni, kembali dari pertapaan panjang.

Melihat wajah istrinya muram, beliau bertanya:

“Mengapa hatimu dipenuhi kesedihan?”

Dengan mata berkaca-kaca, Aditi berkata:

“Anak-anakku kehilangan kerajaan surgawi.

Mereka terusir dan menderita.

Aku hanya seorang ibu… aku tidak tahan melihat penderitaan mereka entah dimana mereka bersembunyi”

Kasyapa Muni memahami kesedihan itu, lalu mengajarkan sebuah vrata suci bernama Payo-vrata — puasa dan pemujaan khusus kepada Sri Hari.

Aditi menjalankannya dengan penuh ketulusan dan bhakti 

Karena bhakti Dewi Aditi begitu murni, Sri Visnu pun muncul di hadapannya

Tubuh-Nya berwarna biru seperti awan hujan.

Empat tangan-Nya memegang cakra, gada,  kerang, dan bunga padma.

Melihat Tuhan hadir di depannya, Aditi gemetar haru dan bersujud.

Sri Visnu berkata dengan lembut:

“Aku mengetahui penderitaanmu.

Demi melindungi para dewa dan menegakkan dharma, Aku akan lahir sebagai putramu.”

Mendengar janji itu, hati Aditi dipenuhi sukacita yang tak terlukiskan.

Kelahiran Vamana

Kemudian, Sri Hari memasuki rahim Aditi melalui kekuatan rohani.

Seluruh alam semesta menjadi penuh pertanda suci:

angin bertiup lembut,

bunga-bunga bermekaran,

para resi merasakan kedamaian,

para dewa mulai dipenuhi harapan.

Pada hari suci bulan Bhadra, lahirlah Vamana Avatara.

Namun kelahiran itu bukan kelahiran biasa.

Mula-mula Tuhan menampakkan diri dalam bentuk rohani lengkap dengan empat tangan-Nya.

Tubuh-Nya bercahaya seperti ribuan matahari.

Para dewa memenuhi langit sambil menaburkan bunga surgawi.

Gandharva menyanyikan pujian.

Genderang surgawi bergemuruh.

Kemudian, demi menjalankan misi-Nya, Tuhan mengubah diri menjadi seorang brahmana kecil yang sangat indah — seorang anak kerdil suci dengan payung, tongkat, ikat pinggang dari rumput munja, dan wajah yang bersinar penuh kedamaian.

Karena itulah Beliau disebut Vamana — “yang bertubuh kecil”.

Upacara Suci Vamana

Semua dewa datang memberikan persembahan kepada anak ilahi itu.

Brahma memberikan kendi air suci.

Surya memberikan mantra Gayatri.

Brhaspati memberikan benang suci brahmana.

Kubera memberikan mangkuk untuk menerima sedekah

Dewi bumi memberikan alas kaki suci.

Walaupun tampak kecil dan sederhana, seluruh alam semesta sebenarnya berada di dalam diri-Nya.

Menuju Yajña Bali Maharaja

Setelah menerima upacara brahmana, Vamana Avatara berjalan menuju tempat yajña besar yang dilakukan Bali Maharaja.

Langkah-Nya kecil…

tetapi setiap pijakan mengguncang alam semesta.

Para resi terpesona melihat cahaya spiritual yang keluar dari tubuh brahmana mungil itu.

Tak seorang pun menyangka…

anak kecil dengan payung sederhana itu akan segera menutupi seluruh jagat raya hanya dengan tiga langkah kaki.

Makna Rohani Kelahiran Vamana

Kelahiran Vamana mengandung pelajaran mendalam:

Tuhan terkadang datang bukan dalam kemegahan, tetapi dalam kerendahan hati.

Kesombongan duniawi hanya dapat dikalahkan oleh kerendahan spiritual.

Walaupun Bali Maharaja tampak sebagai “musuh dewa”, Tuhan justru sangat menyayanginya karena sifat dermawan dan ketulusannya.

Vamana menunjukkan bahwa Tuhan dapat menjadi sangat kecil demi mendekati hati makhluk hidup.               Vamana hadir diarena yajna Maharaja Bali. Tuhan Vamana hadir sebagai seorang brahmana yg meminta sedekah.Sukra acarya guru para Asura tahu bahwa brahmana itu adalah perwujudan Sri Visnu yg akan mengambil segalanya,dia melarang Maharaja  Bali untuk memberi,tapi Bali Maharaj adalah raja raksasa yg sangat dermawan  dia berkata: Aku membuat yajna untuk memuaskan Visnu apakah setelah beliau datang aku harus menolak permintaannya seandainya dia adalah Visnu ini adalah kesempurnaan yajnaku,gurunya marah mengatakan kau akan kehilangan segalanya lalu dia pergi,menurut aturan kalau guru yg jatuh dari jalan kerohanian harus ditinggalkan.Kemudian Maharaja Bali mengucapkan sumpah; apapun yg diminta oleh brahmana kecil itu(Vamana) aku akan memberikan.Ketika Maharaja Bali menanyakan pada Vamana sedekah apa yg diinginkan,Vamana hanya meminta 3 langkah tanah untuk keperluan tempat puja,Semula Bali meremehkan permintaan Vamana,tapi ketika permintaan itu dipenuhi Vamana merubah wujudnya menjadi sangat besar dan tinggi sehingga hanya dlm 2 langkah sudah mencakup seluruh alam semesta,untuk langkah ke3 untuk memenuhi janjinya Bali menyerahkan dirinya dan memberikan kepalanya sebagai langkahNya yg ke3.Walaupun Bali kehilangan segalanya tapi Sri Visnu memberikan Planet Rasatala sebagai tempat tinggalnya hingga sekarang dengan kedaulatan dan kemewahan seperti Surga  dan akan menduduki jabatan Dewa Indra pada periode berikutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

Kisah Raja Nala dan Putri Damayanti