KISAH SUKANYA DAN RSI YAVANA


KISAH SUKANYA DAN RSI YAVANA

Kisah Sukanya dan Resi Cyavana terdapat dalam Srimad Bhagavatam (Skanda 9), Mahabharata, dan beberapa Purana. Kisah ini terkenal sebagai contoh kesetiaan seorang istri (pativrata) yang mampu mengubah nasib dan bahkan membawa anugerah bagi para dewa.

Putri Raja Saryati

Pada zaman dahulu hiduplah Raja Saryati, putra Manu. Beliau mempunyai seorang putri yang sangat cantik bernama Sukanya.

Suatu hari Raja Saryati bersama keluarga, pengiring, dan pasukannya pergi ke hutan untuk berkemah di dekat pertapaan Resi Cyavana.

Saat itu Resi Cyavana telah bertapa begitu lama hingga tubuhnya hampir tertutup sarang semut dan tanah. Dari luar, orang hanya dapat melihat dua titik bercahaya yang sebenarnya adalah mata sang resi.

Kesalahan Sukanya

Karena rasa ingin tahu seorang gadis muda, Sukanya melihat dua cahaya kecil di dalam sarang semut tersebut.

Ia tidak mengetahui bahwa itu adalah mata seorang resi.

Dengan sebatang duri, ia menusuk kedua cahaya itu.

Ternyata yang tertusuk adalah mata Resi Cyavana.

Sang resi menjadi buta dan merasa sangat terganggu oleh perbuatannya.

Akibat kemarahan resi, seluruh pasukan Raja Saryati terkena kutukan. Mereka tidak dapat buang air besar maupun air kecil. Tubuh mereka terasa sangat tersiksa.

Raja menyadari pasti ada kesalahan yang telah dilakukan terhadap seorang resi besar.

Setelah diselidiki, Sukanya mengakui apa yang telah terjadi.

Sukanya Menikahi Cyavana

Raja Saryati datang memohon maaf kepada Resi Cyavana.

Cyavana tidak meminta harta ataupun kerajaan.

Sebagai penebusan kesalahan, Sukanya bersedia menikahi sang resi yang sudah sangat tua, keriput, dan buta.

Bagi seorang putri kerajaan yang terbiasa hidup mewah, ini adalah pengorbanan yang luar biasa.

Namun Sukanya menerima keputusan itu dengan tulus.

Ia meninggalkan kemewahan istana dan tinggal di pertapaan sederhana bersama suaminya.

Kesetiaan yang Mengagumkan

Hari demi hari Sukanya melayani Cyavana.

Ia mengumpulkan buah-buahan, menyediakan makanan, membantu suaminya berjalan, dan memenuhi segala kebutuhannya.

Meskipun masih muda dan cantik, ia tidak pernah mengeluh.

Banyak orang akan menganggap hidupnya penuh penderitaan, tetapi Sukanya melihat pelayanan kepada suaminya sebagai dharma dan pengabdian.

Kesucian dan kesetiaannya mulai dikenal hingga ke surga.

Kedatangan Asvini Kumara

Suatu hari datanglah Asvini Kumara, dua dewa kembar tabib surgawi.

Mereka melihat Sukanya yang sangat cantik.

Mereka merasa heran mengapa wanita secantik itu hidup bersama seorang resi tua dan buta.

Mereka berkata:

"Engkau masih muda dan cantik. Mengapa menghabiskan hidup bersama orang tua yang hampir tidak mampu bergerak?"

Namun Sukanya tetap teguh.

Ia menjawab bahwa Cyavana adalah suaminya dan ia tidak akan meninggalkannya.

Asvini Kumara sangat terkesan oleh kesetiaannya.

Cyavana Menjadi Muda Kembali

Setelah berbicara dengan Cyavana, Asvini Kumara menawarkan bantuan.

Mereka mengajak sang resi mandi di sebuah danau suci.

Ketiga-tiganya masuk ke dalam air.

Beberapa saat kemudian muncul tiga pemuda yang sama tampan, bercahaya, dan berpenampilan persis.

Tidak ada seorang pun yang dapat membedakan mana Cyavana dan mana kedua Asvini Kumara.

Ini merupakan ujian terakhir bagi Sukanya.

Sukanya Lulus Ujian

Sukanya berdoa dengan tulus.Ia mohon pada Asvini Kumara untuk menunjukkan mana suaminya.

Para Asvini Kumara sangat puas melihat kesetiaan dan kebijaksanaannya.

Mereka kemudian mengembalikan Cyavana sebagai seorang resi muda yang tampan, sehat, dan bercahaya.

Dengan demikian, Sukanya memperoleh kembali suaminya dalam keadaan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Pengorbanan Cyavana untuk Asvini Kumara

Cyavana merasa berutang budi kepada Asvini Kumara.

Pada masa itu, kedua dewa tabib tersebut tidak diizinkan menerima bagian persembahan soma dalam yajña para dewa.

Cyavana berjanji akan membantu mereka memperoleh semangkuk soma rasa. Pada suatu hari Raja datang  untuk mengunjungi putri dan menantunya,dia sangat kaget melihat putrinya mendampingi seorang pemuda tampan sempat mengata ngatai tidak baik tapi sukanya tersenyum dan menjelaskan tentang suaminya,rajapin sangat senang.

Ketika Raja Saryati mengadakan yajña besar, danCyavana menjadi hotrinya,ia menggunakan kekuatan tapasnya agar Asvini Kumara memperoleh bagian soma yang sama seperti para dewa lainnya.

Perselisihan dengan Indra

Indra, raja para dewa, menentang keputusan itu.

Menurutnya Asvini Kumara tidak berhak menerima soma.

Saat Indra hendak menyerang Cyavana dengan vajra (petir sucinya), Cyavana menggunakan kekuatan tapas yang luar biasa.

Beliau menciptakan makhluk mengerikan bernama Mada yang begitu besar sehingga bahkan Indra ketakutan.

Melihat kekuatan sang resi, Indra akhirnya mengalah.

Sejak saat itu Asvini Kumara diakui menerima bagian dalam yajña para dewa.

Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah Sukanya dan Cyavana mengajarkan bahwa:

Kesetiaan tidak bergantung pada usia, kecantikan, atau keadaan lahiriah.

Pelayanan yang tulus memiliki kekuatan spiritual yang besar.

Kesalahan yang dilakukan dengan jujur diakui dan ditebus dapat membawa pemurnian.

Orang suci yang memiliki tapa yang kuat dapat mengubah jalannya peristiwa bahkan di antara para dewa.

Dharma yang dijalankan dengan ketulusan akhirnya membawa berkah bagi semua pihak.

Karena itulah Sukanya dikenang sebagai salah satu istri paling setia dalam tradisi Weda, sejajar dengan Savitri, Damayanti, Arundhati, dan Sita Devi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA