TURUNNYA SUNGAI GANGGA.
TURUNNYA SUNGAI GANGGA.
Kisah turunnya Sungai Gangga adalah salah satu cerita paling indah dan penuh makna dalam tradisi Hindu—tentang kasih sayang, penebusan, dan kekuatan tapasya (pertapaan).
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja agung bernama Raja Sagara. Ia memiliki 2 istri yaitu,Sumati dan Kesini.Sumati memiliki 60.000 putra. Suatu hari, saat melakukan upacara suci kuda(Asvamedha yajna)Dewa Indra mencuri kuda kurban mereka dan menyembunyikan di asrama RSI Kapila.
Putra-putra Raja Sagara mencarinya ke seluruh penjuru bumi, hingga akhirnya menemukan kuda itu berada dekat seorang resi agung, Resi Kapila.
Karena salah paham dan dipenuhi amarah, mereka menuduh Resi Kapila sebagai pencuri.Karena amarah yg besar kekuatan api dlm diri mereka timbul dan mereka semua terbakar hangus menjadi abu.
Abu mereka tidak dapat mencapai kedamaian. Mereka terperangkap—tidak bisa naik ke alam yang lebih tinggi.
Dari istri Maharaja Sagara yg ke 2(Kesini) melahirkan seorang putra bernama Asamejasa,yg mempunyai seorang putra bernama ansuman, atas perintah gurunya Aurva dia mencari keberadaan Kuda kurbannya yg hilang dan ke 60.000 pamannya,akhirnya dia menemukan kudanya diikat di asrama RSI Kapila dan tumpukan abu tengkorak paman pamannya.Dengan mengetahui keagungan sang RSI dia bersujud menghaturkan hormat,RSI Kapila memberi tahu hanya dengan membawa sungai Gangga turun kebumi dan menyirami abu mereka baru bisa menyelamatkan jiwa paman pamannya hingga bisa diangkat ke alam yg lebih tinggi, kemudian dia membawa kudanya pulang dan sang raja melanjutkan yajnanya.Amsuman melakukan pertapaan yg keras untuk memuaskan Dewi Gangga tapi tidak berhasil,kemudian dilanjutkan oleh putranya(Dilipa) namun gagal juga putra Dilapi yg bernama Bhagiratha melakukan pertapaan keras untuk memuaskan Devi Gangga yg akhirnya muncul di hadapannya.Beliau bersediaturun ke bumi tapi dg sarat; oleh karena terjunnya sungai Gangga akan sangat deras bumi pasti akan jebol harus ada seseorang yg sangat kuat untuk menahan terjunnya sungai gangga,yg ke2 apabila orang orang berdosa mandi di sungai Gangga mereka akan meninggalkan dosa dosanya disana tolong dipikirkan cara menetralisir dosa dosa tersebut,Maharaja Bhagiratha menjamin bahwa Dewa Siva adalah perwakilan Tuhan yg sangat kuat beliau akan sanggup menahan terjunnya Sungai Gangga,orang orang berdosa yg mandi di sana dosa dosanya akan mencemari Sungai Gangga tapi kalau Ada orang suci mandi disana maka air Sungai Gangga akan tetap suci,dg demikian Dewi Gangga bersedia turun.Kemudian Maharaja membuat korban Susi untuk memuaskan dewa Siva,Dewa Siva cepat dipuaskan,Beliaupun muncul dihadapannya.
Untuk itu, Siwa dimohon membantu.
Dengan penuh belas kasih, Siwa menerima turunnya Gangga di atas kepalanya.
Ia menahan derasnya aliran itu dalam rambut gimbalnya (jata), lalu melepaskannya perlahan ke bumi.
Akhirnya, Gangga mengalir lembut di bumi, mengikuti Bhagiratha,aliran sungai Gangga sempat melanda dan menghanyutkan pondok dan peralatan sembahyang RSI Jahnu,beliau marah dg kekuatan yoga mistik beliau meminum habis semua air Gangga kemudian dg rendah hati dan penuh Bhakti Maharaja Bhagiratha mohon agar Gangga di bebaskan kemudian beliau mengeluarkan lagi dari telinganya karena itu Sungai Gangga juga disebut Jahnavi.Gangga mengalir terus hingga mencapai abu para leluhur.
Saat air sucinya menyentuh abu itu…
jiwa-jiwa mereka terbebas, naik menuju alam yang lebih tinggi.

Komentar
Posting Komentar