"DEVA SIVA TERSELAMATKAN"

 


(Sebuah Kisah Sejarah Kuno tentang bagaimana Dewa Gunung Kailasa berada dalam bahaya karena menawarkan berbagai berkah kepada Iblis VRKA).
Sehubungan dengan hal ini, diceritakan sebuah kisah Sejarah Kuno tentang bagaimana Dewa Gunung Kailasa berada dalam bahaya karena menawarkan berbagai berkah kepada Iblis VRKA.
Suatu ketika, Iblis bernama VRKA, Putra Sakuni, bertemu dengan Narada dijalan. Orang jahat itu bertanya kepada-nya ; 'Dewa mana dari ketiga Dewa Utama yang dapat dipuaskan paling cepat ?'
Narada berkata kepadanya ; 'Sembahlah Dewa Siva dan engkau akan segera meraih kesuksesan. Dia akan segera senang melihat kebaikan sekecil apapun dari Penyembahnya dan akan segera marah melihat kesalahan sekecil apapun. Ia merasa senang dengan Ravana yang berkepala Sepuluh dan juga dengan Banasura, ketika mereka masing-masing melantunkan kemuliaannya, seperti Para Penyair di Istana Kerajaan. Kemudian Dewa Siva menganugerahkan Kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada masing-masing dari mereka, tetapi dalam kedua kasus tersebut ia kemudian diliputi oleh Kesulitan besar.
(Ravana menyembah Dewa Siva untuk mendapatkan kekuasaan dan kemudian menyalahgunakan kekuasaan itu untuk mencabut kediaman Sang Deva, Kailasa-Parvata yang Suci.
Atas permintaan Banasura, Dewa Siva setuju untuk secara Pribadi menjaga Ibu Kota Banasura, dan kemudian ia harus berperang untuk Banasura melawan Sri Krsna dan Putra-Putranya).
Dengan nasehat tersebut, Iblis VRKA itu pergi menyembah Dewa Siva di Kadaranatha dengan mengambil potongan daging dari tubuhnya sendiri dan mempersembahkannya sebagai sesaji ke dalam Api Suci, yang merupakan mulut Dewa Siva.
Vrkasura menjadi frustasi setelah gagal mendapatkan penglihatan tentang Sang Dewa Siva, akhirnya pada hari ke-tujuh setelah mencelupkan rambutnya ke dalam air suci di Kadaranatha dan membiarkannya basah, ia mengambil kapak dan bersiap untuk memenggal kepalanya, tetapi pada saat itu juga Dewa Siva yang maha pengasih, bangkit dari Api Kurban, tampak seperti Dewa Api itu sendiri dan meraih kedua lengan Iblis itu untuk menghentikannya dari bunuh diri, seperti yang akan kita lakukan. Dengan sentuhan Dewa Siva, Vrkasura sekali lagi menjadi utuh.
Dewa Siva berkata kepadanya ; "sahabatku, hentikanlah, hentikanlah ! Mintalah apapun yang kau inginkan dariku dan aku akan mengabulkannya untukmu, sayang sekali kau telah menyiksa tubuhmu tanpa alasan, karena aku senang dengan persembahan air sederhana dari mereka yang datang padaku untuk berlindung".
Berkah yang dipilih Vrkasura yang berdosa dari Dewa Siva akan menakutkan semua makhluk hidup. Vrkasura berkata ; "Semoga kematian menimpa siapapun yang kusentuh kepalanya dengan tanganku".
Mendengar hal ini, Dewa Rudra tampak agak terganggu. Meskipun demikian, Beliau menggetarkan Om untuk menandakan persetujuannya, memberikan berkah kepada Vrkasura dengan senyum ironis, seolah-olah memberi susu kepada ular berbisa.
Untuk menguji berkah Dewa Sambhu, Iblis itu kemudian mencoba meletakkan tangannya di kepala Dewa Siva. Dengan demikian Dewa Siva ketakutan karena apa yang telah dilakukannya sendiri.
Saat Iblis itu mengejarnya, Dewa Siva melarikan diri dengan cepat dari tempat tinggalnya di Utara, gemetar ketakutan. Ia berlari sejauh batas bumi, langit dan penjuru alam semesta. Para Dewa Agung hanya bisa terdiam, tidak tahu bagaimana cara menangkal berkah itu. Kemudian Dewa Siva mencapai Alam Vaikuntha yang bercahaya, diluar segala Kegelapan, tempat Tuhan Yang Maha Agung Narayana bermanifestasi. Alam itu adalah tujuan para pertapa yang telah mencapai kedamaian dan meninggalkan segala kekerasan terhadap makhluk lain. Setelah pergi kesana, Seseorang tidak akan pernah kembali.
(Dewa Siva memasuki Planet Svetadvipa, sebuah Pos terdepan khusus dari Dunia Spiritual di dalam batas-batas alam semesta material. Disana, di sebuah pulau putih yang indah yang dikelilingi oleh Samudra Susu Surgawi, Sri Visnu beristirahat di atas Ranjang Ular Ananta Sesa Naga, dan menyediakan dirinya bagi para Dewa ketika mereka membutuhkan pertolongannya).
Tuhan Yang Maha Agung, yang meringankan penderitaan Para Penyembahnya, telah melihat dari jauh bahwa Dewa Siva dalam bahaya. Maka dengan kekuatan mistik Yoga-Mayanya, Beliau mengambil Wujud Seorang murid Brahmacari, dan datang menghampiri Vrkasura. Cahaya Tuhan bersinar terang seperti Api, sambil memegang rumput kusa di tangannya ia dengan rendah hati menyapa Iblis itu (Vrkasura).
Sri Narayana yang menyamar berkata : "bagi kami, para peramal kebenaran Mutlak, semua makhluk ciptaan layak dihormati dan karena engkau adalah putra Sakuni, Seorang bijak dan pelaku Pertapaan Agung, engkau tentu pantas mendapatkan salam hormat dari Seorang Brahmacari muda seperti Diriku".
Sang Mahakuasa yang menyamar sebagai Seorang Brahmacari Bersabda : "Putraku Sakuni yang terkasih, engkau tampak lelah, mengapa engkau datang dari tempat yang begitu jauh ? Beristirahatlah sejenak. Lagipula, tubuhlah yang memenuhi semua keinginan seseorang"
(Sebelum iblis itu dapat berargumen bahwa ia tidak punya waktu untuk beristirahat, Tuhan Narayana yang menyamar sebagai Brahmacari mulai memberitahunya tentang pentingnya tubuh, dan iblis itu pun yakin. Setiap manusia, terutama iblis, menganggap tubuhnya sangat penting).
Sang Brahmacari berkata : "wahai maha perkasa, beritahukanlah kepada kami apa yang ingin engkau lakukan, jika kami layak mendengarnya. Biasanya seseorang mencapai tujuannya dengan meminta bantuan dari orang lain".
Setelah ditanyai oleh Kepribadian Tuhan dengan bahasa yang mengalir kepadanya seperti nektar manis, Vrkasura merasa lega dari keletihannya. Ia menceritakan kepada Tuhan yang menyamar sebagai Seorang Brahmacari, segala sesuatu yang telah dilakukannya.
Kemudian Sang Brahmacari berkata : "jika demikian, kita tidak dapat mempercayai apa yang dikatakan Siva. Siva adalah Penguasa Preta dan Pisaca yang sama yang dikutuk Daksa untuk menjadi seperti hobgoblin pemakan daging". "Wahai Iblis terbaik, jika kau memiliki keyakinan padanya karena dia adalah penguasa Spiritual alam semesta, maka tanpa menunda letakkan tanganmu di atas kepala dan lihat apa yang terjadi". "Jika perkataan Sambhu terbukti tidak benar dalam hal apapun, wahai Iblis terbaik, maka bunuhlah pendusta itu agar dia tidak pernah berdusta lagi".
Karena bingung oleh kata-kata mempesona dan penuh tipu daya dari Kepribadian Tuhan, Vrkasura yang bodoh, tanpa menyadari apa yang dilakukannya, meletakkan tangannya di atas kepalanya. Seketika kepalanya hancur berkeping-keping seolah disambar petir dan Iblis itu jatuh mati. Dari langit terdengar teriakkan "Kemenangan" , "Hormat" , dan"Bagus sekali".
Para bijak Surgawi, Pita dan Gandharva menghujani bunga untuk merayakan terbunuhnya Vrkasura yang berdosa. Kini Dewa Siva telah terbebas dari bahaya.
Kemudian Kepribadian Tertinggi Tuhan berbicara kepada Sri Girisa, yang kini telah terbebas dari bahaya ; "lihatlah, wahai Mahadeva, bagaimana orang jahat ini telah dibunuh oleh reaksi dosanya sendiri. Sesungguhnya makhluk hidup mana yang dapat mengharapkan keberuntungan jika ia menyinggung para Wali yang mulia, apalagi menyinggung Tuhan dan Guru Spiritual Alam Semesta???.
(Srimad-Bhagavatam 10.88.40) :
"ya evam avyakrta-sakty-udanvatah
parasya saksat paramatmano hareh
giritra-moksam kathayec chrnoti va
vimucyate samsrtibhis tatharibhih"
Artinya :
Tuhan Hari adalah Kebenaran Mutlak yang bermanifestasi langsung, Jiwa Tertinggi dan Samudra tak terbatas dari energi yang tak terbayangkan. Siapapun yang melafalkan atau mendengar kisah hidup Tuhan penyelamatnya Siva, akan terbebas dari semua musuh dan pengulangan kelahiran dan kematian.
("Ketika Tuhan Kesava melihat bahaya yang mengancam Penyembahnya, hatinya yang seperti Bunga Teratai dipenuhi dengan simpati. Dengan demikian, Beliau menyelamatkan Dewa Siva dari akibat kata-kata fasihnya sendiri).
(Bhagavata-Purana 10.88.13-40).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA