DIANTARA 16.108 RATU DVARAKA ADA 8 RATU UTAMA
1. RUKMINI
Sejak kecil Rukmini terkenal karena:kecantikannya yang luar biasa,kelembutannya,kecerdasannya,
dan kesalehannya.
Para resi sering datang ke istana Bhismaka. Mereka menceritakan berbagai lila Sri Krsna:
bagaimana Krsna membunuh Putana, mengangkat Bukit Govardhana,mengalahkan Kamsa,
melindungi para penyembah-Nya,dan keindahan-Nya yang menawan seluruh alam semesta.
Rukmini mendengarkan semua cerita itu dengan penuh perhatian.
Semakin banyak ia mendengar tentang Krsna, semakin dalam cintanya tumbuh.
Walaupun belum pernah melihat wajah Krsna, di dalam hatinya ia berkata:
"Tidak ada seorang pun di tiga dunia yang dapat menjadi suamiku selain Sri Krsna."
Masalah Besar Datang
Ayahnya, Raja Bhismaka, sebenarnya menyukai Krsna. Namun kakak tertuanya, Rukmi, sangat membenci Krsna. Rukmi berteman dengan: Jarasandha,Sisupala,dan para musuh Yadava lainnya.
Karena itu ia berencana menikahkan Rukmini dengan Sisupala, raja Cedi.
Ketika mendengar keputusan itu, hati Rukmini hancur.Ia tidak makan.Ia tidak bisa tidur.Ia terus memikirkan Krsna.
Dalam pikirannya hanya ada satu doa:
"Jika Krsna tidak datang, aku lebih baik mati daripada menjadi istri Sisupala."
Surat Rahasia
Akhirnya Rukmini memanggil seorang brahmana tua yang sangat terpercaya.Dengan tangan gemetar ia menulis surat untuk Sri Krsna.Surat itu dianggap salah satu ungkapan bhakti paling indah dalam Bhagavatam.
Isi suratnya kira-kira:
"Wahai Krsna, aku telah mendengar kemuliaan-Mu. Dengan mendengar saja, segala penderitaan lenyap dari hati. Aku telah memilih-Mu sebagai suamiku. Besok mereka akan menikahkanku dengan Sisupala. Datanglah dan bawalah aku pergi.
Sebagaimana singa mengambil mangsanya di tengah kawanan serigala, demikian pula ambillah aku di tengah para raja."
Ia juga memberitahu rencana rahasia:
"Sebelum pernikahan aku akan pergi ke kuil Dewi Ambika. Datanglah ke sana."
Setelah menerima surat itu, brahmana tersebut segera berangkat menuju Dvaraka.
Krsna Menerima Surat
Beberapa hari kemudian brahmana itu tiba di Dvaraka.
Sri Krsna sendiri menyambutnya dengan penuh hormat.
Beliau membasuh kaki brahmana itu dan mempersilahkannya beristirahat.
Kemudian brahmana tersebut menyerahkan surat Rukmini.
Setelah membaca surat itu, Krsna tersenyum.
Beliau berkata:
"Aku juga memikirkan Rukmini siang dan malam."
Krsna segera mempersiapkan kereta perang-Nya.
Tanpa menunggu pasukan besar, Beliau langsung berangkat menuju Vidarbha bersama brahmana tersebut.
Menunggu dengan Cemas
Sementara itu di Vidarbha, hari pernikahan semakin dekat.Sisupala telah tiba.Jarasandha telah tiba.
Ratusan raja telah berkumpul.Tetapi Krsna belum terlihat. Rukmini mulai gelisah.
Ia berpikir:"Mungkin suratku tidak sampai.""Mungkin Krsna menolakku.""Mungkin aku tidak cukup suci untuk menjadi istri-Nya."
Air matanya mengalir. Namun pada saat itu datanglah brahmana utusan tadi.
Ia memberi kabar:"Sri Krsna telah datang."
Mendengar itu, wajah Rukmini bersinar seperti bunga teratai yang mekar.
Di Kuil Ambika
Keesokan paginya Rukmini pergi ke kuil Dewi Ambika. Semua orang yang melihatnya terpukau.
Para raja yang hadir hampir tidak berkedip melihat kecantikannya.
Setelah selesai berdoa, ia keluar dari kuil. Saat itulah terdengar suara roda kereta.
Sri Krsna telah tiba.
Semua orang terdiam.
Krsna turun dari kereta. Beliau berjalan langsung menuju Rukmini.
Tanpa ragu sedikit pun, Krsna mengangkat Rukmini ke atas kereta-Nya.
Kemudian kereta melesat pergi secepat angin.Para Raja MurkaSisupala marah besar.
Jarasandha marah besar.Rukmi marah besar.
Mereka segera mengejar Krsna dengan pasukan yang sangat besar.
Tetapi saat itu Balarama datang membawa pasukan Yadava.
Terjadilah pertempuran dahsyat.Pasukan para raja dihancurkan.Sisupala dipermalukan.
Jarasandha dikalahkan.Namun Rukmi masih terus mengejar. Duel Krsna dan Rukmi
Rukmi akhirnya berhasil menyusul kereta Krsna.
Ia menantang Krsna bertarung.Pertempuran berlangsung singkat.Krsna dengan mudah mengalahkannya.Beliau bahkan siap membunuh Rukmi.
Namun Rukmini segera turun dari kereta.
Dengan air mata mengalir ia memohon:"Dia kakakku. Tolong ampuni dia."
Karena permintaan Rukmini, Krsna tidak membunuh Rukmi.
Sebagai hukuman, Krsna hanya mempermalukannya dengan mencukur sebagian rambut dan kumisnya, sesuatu yang dianggap sangat memalukan bagi seorang ksatria.
Pernikahan di Dvaraka
Setelah semuanya selesai, Krsna membawa Rukmini ke Dvaraka.
Di sana pernikahan mereka dirayakan dengan sangat meriah.Para dewa menurunkan bunga dari surga.Para brahmana melantunkan mantra-mantra Veda. Seluruh Dvaraka dipenuhi sukacita.
Sejak saat itu Rukmini menjadi Maharani Dvaraka, permaisuri utama Sri Krsna.
Para acarya Vaisnava menjelaskan bahwa Rukmini adalah perwujudan Sri Lakshmi, dewi keberuntungan abadi yang selalu mendampingi Narayana. Karena itu cinta Rukmini kepada Krsna bukan cinta biasa, melainkan cinta rohani yang murni dan penuh penyerahan diri.
Pada cerita berikutnya, kisah Satyabhama Devi, kita akan melihat permaisuri yang sifatnya sangat berbeda dari Rukmini: berani, tegas, kadang cemburu kepada Krsna, dan ikut berperang bersama-Nya melawan Narakasura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar