URVASI DALAM KISAH LAIN.
Urvaśī muncul dalam beberapa kisah penting dalam Mahabharata dan Purana. Dua kisah yang paling terkenal adalah hubungannya dengan Raja Purūrava dan pertemuannya dengan Arjuna.
Urvaśī dan Raja Purūrava
Purūrava adalah seorang raja besar dari dinasti Candra (wangsa bulan) dan merupakan leluhur jauh para Kuru serta Pandawa.
Suatu hari Urvaśī, apsara tercantik di surga Indra, melihat Purūrava dan jatuh cinta kepadanya. Purūrava juga terpikat oleh kecantikannya. Mereka kemudian hidup bersama sebagai suami istri di bumi selama bertahun-tahun.
Para Gandharva di surga ingin Urvaśī kembali ke surga.
Karena ikatan surgawinya, Urvaśī harus meninggalkan bumi dan kembali ke surga.
Kesedihan Purūrava
Ketika Urvaśī pergi, Purūrava sangat berduka.
Ia mengembara ke berbagai tempat, hutan dan sungai, mencari Urvaśī. Dalam beberapa versi kisah, ia bertahun-tahun hidup dalam kerinduan yang mendalam.
Akhirnya ia bertemu kembali dengan Urvaśī untuk waktu yang singkat. Dari hubungan mereka lahirlah putra bernama Āyu, yang kemudian menjadi leluhur dinasti besar para raja Candra, termasuk leluhur para Kuru dan Pandawa.
Urvaśī Menggoda Arjuna
Kisah ini terjadi dalam Mahabharata ketika Arjuna pergi ke surga Indra.
Karena Arjuna adalah putra Indra, ia tinggal beberapa waktu di Amarāvatī, ibu kota surga. Di sana ia belajar seni perang, musik, dan berbagai senjata surgawi.
Suatu hari Urvaśī melihat Arjuna.
Arjuna sangat tampan, gagah, dan bercahaya. Urvaśī pun tertarik kepadanya dan datang pada malam hari untuk menyatakan cintanya.
Namun jawaban Arjuna sangat mengejutkan.
Arjuna berkata:
"Wahai Devi, engkau adalah istri Purūrava dan ibu dari garis keturunan yang melahirkan keluarga Kuru. Karena aku berasal dari keturunan itu, aku memandangmu seperti nenek atau ibuku sendiri."
Bagi Arjuna, Urvaśī bukanlah wanita yang dapat dijadikan pasangan, melainkan leluhur yang harus dihormati.
Kutukan Urvaśī
Urvaśī merasa tersinggung karena belum pernah ada laki-laki yang menolaknya.
Dalam kemarahannya ia mengutuk Arjuna:
"Karena engkau menolak seorang wanita yang datang kepadamu, engkau akan menjadi seorang kliba (banci atau tidak berperan sebagai laki-laki)!"
Arjuna sangat bingung mendengar kutukan itu.
Namun Indra menjelaskan bahwa kutukan tersebut justru akan menjadi berkah.
Kutukan Menjadi Berkah
Ketika Pandawa menjalani masa pengasingan, mereka harus hidup satu tahun dalam penyamaran tanpa dikenali.
Pada saat itulah kutukan Urvaśī bekerja hanya dalam setahun.
Arjuna hidup sebagai Bṛhannalā, seorang guru tari dan musik yang berpenampilan seperti kasim di kerajaan Raja Virāṭa.
Karena penyamaran itu, identitas Arjuna tidak terbongkar dan Pandawa berhasil melewati tahun terakhir pengasingan mereka.
Kedua kisah ini menunjukkan dua sisi Urvaśī:
Sebagai apsara yang sangat cantik dan menjadi pasangan Raja Purūrava.
Sebagai apsara surgawi yang bahkan gagal menggoyahkan keteguhan Arjuna, yang mewarisi pengendalian diri dari Nara dan Nārāyaṇa.
Dalam tradisi Vaiṣṇava, kisah Arjuna sering dipuji sebagai contoh pengendalian indria yang luar biasa. Meskipun berhadapan dengan apsara tercantik surga, Arjuna tetap teguh memandang Urvaśī sebagai leluhur yang patut dihormati, bukan sebagai objek kenikmatan.

Komentar
Posting Komentar