KISAH MAYA DANAVA DAN KOLAM KEABADIAN

 


Maya Danava adalah putra Danu dan dikenal sebagai ahli arsitektur, ilmu sihir, serta teknologi para asura. Ia membangun kota-kota dan benteng yang sangat sulit ditaklukkan. Karena pertapaannya yang hebat, ia memperoleh berbagai berkah sehingga para dewa sangat kesulitan mengalahkannya.

Dalam suatu peperangan besar antara dewa dan asura, Maya Danava memiliki sebuah kolam amrta (air kehidupan) yang sangat ajaib. Setiap kali seorang asura gugur di medan perang, tubuhnya dibawa ke kolam tersebut. Begitu dicelupkan ke dalam airnya, ia hidup kembali dengan kekuatan seperti semula.
Akibatnya, peperangan berlangsung tanpa akhir.
Para dewa berhasil membunuh ribuan asura pada siang hari, tetapi pada malam hari mereka hidup kembali. Ketika peperangan dilanjutkan, jumlah pasukan asura tetap tidak berkurang sedikit pun.
Indra dan para dewa menjadi putus asa.
Mereka kemudian pergi memohon pertolongan kepada Sri Visnu.
Siasat Sri Visnu
Sri Visnu memahami bahwa selama kolam kehidupan itu masih ada, kemenangan mustahil diraih.
Beliau lalu menyusun sebuah siasat.
Dalam penyamarannya, Sri Visnu menjelma menjadi seekor sapi, sedangkan Dewa Brahma menjelma menjadi anak sapi yang mengikutinya.
Dengan tenang mereka memasuki wilayah Maya Danava dan mendekati kolam tersebut.
Maya Danava melihat seekor sapi dan anak sapi berada di dekat kolam. Karena menganggap mereka hanyalah hewan biasa yang tidak berbahaya, ia tidak mempedulikannya.
Sapi dan anak sapi itu mulai minum.
Mereka minum sedikit demi sedikit.
Lalu semakin banyak.
Terus menerus.
Tanpa disadari Maya Danava, Sri Visnu dan Brahma meminum seluruh air kehidupan yang terdapat di dalam kolam itu hingga kering sama sekali.
Ketika Maya Danava menyadari apa yang terjadi, semuanya sudah terlambat.
Sumber kekuatan terbesarnya telah lenyap.
Kejatuhan Pasukan Asura
Peperangan kembali berkobar.
Para dewa menyerang dengan penuh semangat.
Kini setiap asura yang gugur tidak dapat dihidupkan kembali. Jumlah pasukan Maya Danava mulai berkurang dengan cepat.
Maya Danava mencoba menggunakan berbagai ilmu sihir dan maya (ilusi) untuk membalikkan keadaan, tetapi keberuntungan telah meninggalkannya.
Pasukan asura jatuh satu demi satu.
Kemenangan Dewa Siwa
Setelah kekuatan para asura melemah, Dewa Siwa maju memimpin serangan terakhir.
Dengan senjata-senjata ilahi dan kekuatan yang dahsyat, beliau menghancurkan pasukan asura yang tersisa.
Maya Danava sendiri akhirnya tidak mampu lagi mempertahankan kedudukannya. Tanpa kolam kehidupan yang selama ini menjadi sandarannya, ia kehilangan perlindungan utama yang membuatnya hampir tak terkalahkan.
Akhirnya para dewa memperoleh kemenangan.
Makna Rohani Kisah Ini
Kesombongan membuat seseorang lengah. Maya Danava menganggap sapi dan anak sapi itu tidak penting, padahal justru di situlah datang kehancurannya.
Kecerdasan ilahi lebih kuat daripada kekuatan fisik. Para dewa tidak menang karena jumlah pasukan, melainkan karena kebijaksanaan Sri Visnu.
Segala perlindungan material memiliki batas. Selama seseorang hanya bergantung pada kekuatan duniawi, pada akhirnya kekuatan itu dapat lenyap.
Kerja sama Trimurti tampak dalam kisah ini: Brahma membantu, Visnu menyusun siasat, dan Siwa menyelesaikan peperangan.
Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa versi Purana yang berbeda-beda mengenai Maya Danava dan peperangan para asura. Dalam sebagian tradisi, Maya Danava akhirnya diselamatkan karena memiliki hubungan khusus dengan para dewa dan dikenal sebagai arsitek yang sangat berjasa, sedangkan dalam versi lain fokus cerita berada pada kehancuran pasukan asuranya setelah kolam kehidupan tersebut dikosongkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA