NARA & NARAYANA RSI
Kelahiran Nara dan Nārāyaṇa
Nara dan Nārāyaṇa lahir sebagai putra-putra Dharma, dewa yangmenegakkan kebenaran dan kebajikan, dan istrinya Mūrti (atau Ahimsa menurut beberapa sumber), putri Dakṣa Prajāpati.
Meskipun lahir sebagai manusia suci, mereka bukanlah manusia biasa.
Nārāyaṇa Ṛṣi adalah inkarnasi langsung Bhagavān Viṣṇu.
Nara Ṛṣi adalah yg berperan sebagai sahabat dan ekspansi ilahi-Nya yang selalu mendampingi-Nya.
Dalam tradisi Vaiṣṇava dijelaskan bahwa pada zaman Dvāpara Yuga mereka muncul kembali sebagai:
Nārāyaṇa → Sri Kṛṣṇa
Nara → Arjuna
Karena itu Kṛṣṇa dan Arjuna sering disebut sebagai penjelmaan kembali pasangan ilahi Nara-Nārāyaṇa.
Pertapaan di Himalaya
Setelah dewasa, Nara dan Nārāyaṇa pergi ke pegunungan Himalaya dan melakukan pertapaan yang sangat keras selama ribuan tahun.
Mereka bermeditasi tanpa terganggu oleh:
panas,
dingin,
hujan,
angin,
rasa lapar,
maupun godaan duniawi.
Kekuatan tapa mereka semakin besar hingga mengguncang ketiga dunia.
Kecemasan Dewa Indra
Seperti dalam banyak kisah Purana, ketika seseorang memperoleh kekuatan tapa yang luar biasa, Dewa Indra sering merasa khawatir.
Indra berpikir:
"Jika pertapaan mereka terus bertambah, mungkin mereka akan menggantikan kedudukanku sebagai raja surga."
Padahal Nara dan Nārāyaṇa sama sekali tidak menginginkan kerajaan surga. Mereka hanya tenggelam dalam yoga semadi
Namun karena ketakutannya, Indra memutuskan mengganggu pertapaan mereka.
Indra Mengirim Kamadeva dan Para Apsara
Indra mengirim:
Kāmadeva (dewa asmara),
Vasanta (dewa musim semi),
angin yang harum,
serta para apsara tercantik surga.
Di antara apsara itu terdapat:
Rambhā,
Menakā,
Tilottamā,
Ghṛtācī,
dan banyak bidadari lainnya.
Tiba-tiba suasana pertapaan berubah.
Bunga-bunga bermekaran. Angin sejuk berembus. Burung-burung bernyanyi. Para apsara menari dengan keindahan yang mempesona.
Kāmadeva melepaskan panah asmara ke arah kedua resi itu.
Nārāyaṇa Tersenyum
Namun Nārāyaṇa tidak terganggu sedikit pun.
Beliau mengetahui maksud Indra.
Alih-alih marah, Beliau hanya tersenyum.
Beliau berkata kepada para apsara:
"Kalian datang sebagai tamu. Jangan takut."
Mendengar itu para apsara terkejut karena rencana mereka sudah diketahui.
Menciptakan Bidadari yang Jauh Lebih Cantik
Kemudian Nārāyaṇa menunjukkan kekuatan yoganya.
Beliau menepuk pahanya (uru dalam bahasa Sanskerta).
Dari paha beliau muncul seorang wanita surgawi yang kecantikannya jauh melampaui semua apsara surga.
Wanita itu dikenal sebagai Urvāśī.
Menurut beberapa Purana, Nārāyaṇa tidak hanya menciptakan satu wanita, tetapi juga banyak wanita surgawi yang kecantikannya melebihi para apsara utusan Indra.
Kecantikan mereka begitu luar biasa sehingga:
Rambhā menjadi malu,
Menakā tercengang,
para apsara lainnya menundukkan kepala.
Mereka menyadari bahwa kecantikan yang mereka banggakan hanyalah setetes dibandingkan kekuatan yoga Nārāyaṇa.
Urvāśī Dikirim ke Surga
Nārāyaṇa kemudian berkata:
"Jika Indra menginginkan wanita-wanita cantik untuk menghiasi surga, bawalah Urvāśī ini kepadanya."
Para apsara kembali ke surga bersama Urvāśī.
Ketika melihat kecantikan Urvāśī, Indra sangat kagum.
Saat itu ia sadar bahwa Nara dan Nārāyaṇa tidak mungkin tergoda oleh kenikmatan dunia karena merekalah sumber dari segala keindahan yang ada.
Makna Kisah Ini
Kisah ini mengajarkan bahwa:
Orang yang benar-benar menguasai inderanya tidak mudah digoda oleh kenikmatan dunia.
Keindahan dunia berasal dari Tuhan, sehingga Tuhan tidak mungkin dikalahkan oleh ciptaan-Nya sendiri.
Ketakutan dan kecemburuan sering membuat seseorang salah menilai orang suci.
Nara dan Nārāyaṇa menunjukkan kerendahan hati; mereka tidak marah kepada Indra meskipun diganggu.
Dalam tradisi Vaiṣṇava, kisah ini sering dijadikan bukti bahwa Nārāyaṇa Ṛṣi adalah manifestasi langsung Bhagavān, dan bahwa kekuatan spiritual yang murni jauh lebih tinggi daripada kekuatan surga, kekayaan, maupun kecantikan material.
Gambaran di atas memperlihatkan suasana yang sering dilukiskan dalam seni Hindu: Nara dan Nārāyaṇa bertapa di Himalaya, para apsara yang diutus Indra, serta kemunculan Urvāśī yang membuat para bidadari surga takjub.

Komentar
Posting Komentar