SHRI ISHVARA PURI


KEAGUNGAN DAN KEMULIAN SHRI ISHVARA PURI
Shri Ishvara Puri adalah Guru Kerohanian Shri Caitanya Mahaprabhu, dan Shri Ishvara Puri adalah sisya terkasih dari Shri Madhavendra Puri (kepribadian agung yg sangat termahsyur dengan lila semangkok khira yg dengan sengaja di 'curi' oleh Tuhan Gopal sendiri untuk diberikan kepada beliau yang juga selanjutnya sebagai awal sejarah diadakannya perayaan Chandan Yatra... 
Shri Krishnadasa Kaviraja Gosvami telah menjelaskan dalam Shri Chaitanya Charitamrita bahwa tunas awal dari pohon pemenuh segala keinginan dalam bhakti diwujudkan dalam diri Shri Madhavendra Puri, dan bahwa tunas itu telah berkembang lagi dan diwujudkan pada diri Shri Ishvara Puri. Kemudian, bertunas kembali di dalam diri Shri Chaitanya Mahaprabhu, yang mana Beliaulah 'tukang kebun' itu sendiri, tunas termuda ini selanjutnya menjadi batang pohon yang besar, pohon pemenuh segala keinginan dalam bhakti. [C. C. Adi 9.10-11]
Shri Ishvara Puri muncul di dunia ini pada hari bulan purnama di bulan Jyestha. Beliau melayani gurunya, Shri Madhavendra Puri, dengan sangat setia, terutama disaat-saat akhir kehidupan Shri Puripada. [C. C. Antya 8.26]
Shri Ishvara Puri, dalam perjalanannya ke berbagai tempat suci, pernah datang ke Sridhama Navadwipa, di mana Beliau tinggal di rumah Shri Gopinatha Acharya. Pada waktu itu Shri Nimai Pandita asyik dengan kegiatan belajar-Nya. Iswara Puri memasuki Nadiya nagara dengan menyamar, sehingga tidak ada yang bisa mengenali siapa Beliau sebenarnya.
“Pria yang berpikiran mulia itu, selalu terserap dalam pelayanan bakti kepada Tuhan Shri Krishna. Karena itu, Beliau sangat disayangi Tuhan Shri Krishna dan Beliau adalah lautan karunia. Namun, tidak ada yang bisa mengenalinya dengan pakaiannya. Dengan kehendak Beliau sendiri, Beliau datang ke rumah Shri Advaita Acharya. ”[C. B. Adi 11]
Beliau datang ke tempat Shri Advaita Acharya yang sedang sibuk melakukan pemujaan kehadapan Tuhan Shri Krishna dan dengan tenang Beliau duduk di sana. Dengan kilauan karunia-Nya, seorang Vaishnava yang agung tidak akan dapat tersembunyi dari yang lain. Advaita Acharya mulai melihat ke arahnya lagi dan lagi. Akhirnya Advaita Acharya bertanya, “ Anda siapa? Firasat saya menyatakan bahwa Anda adalah seorang Vaishnava-Sanyasi”
Shri Ishvara Puri dengan sangat rendah hati menjawab: "Saya adalah seorang shudra kelas rendah, datang untuk melihat kaki padma Anda." Mukunda Datta, yang saat itu juga hadir, bisa memahami bahwa Ishvara Puri adalah Vaishnava-Sanyasi dan dengan demikian Mukunda Datta mempunyai rencana untuk membongkar rahasia yang disimpan oleh Ishvara Puri. Dengan suaranya yang merdu, Mukunda Datta memulai kirtana yang menggambarkan tentang lila Tuhan Shri Krishna. Ketika Shri Ishvara Puri mendengar kirtan itu, Beliau langsung jatuh ke tanah, dan tanah menjadi basah dengan linangan air mata Beliau. Para penyembah yang hadir tercengang. "Kami belum pernah melihat Vaishnava seperti ini sebelumnya," seketika itu juga Advaita Acharya dengan sangat erat memeluknya. Sekarang semua orang bisa mengerti bahwa Beliau adalah murid tersayang Shri Madhavendra Puri, Shri Isvar Puri. Teriakan keras “Hari! Hari! ” menggema di udara.
Shri Ishvara Puri tinggal di Navadwipa selama beberapa hari. Suatu hari ketika Nimai Pandita (lord Chaitanya Mahaprabhu) pulang dari kegiatan sekolahnya, Nimai secara tidak sengaja bertemu Shri Ishvara Puri di jalan. Shri Ishvara Puri sungguh terpesona ketika melihat putra Saci, dan berpikir dalam hati, "Dia memiliki semua indikasi dan ciri-ciri kepribadian Tuhan, dan benar-benar tampak sangat serius." Shrila Ishvara Puri bertanya, "Oh Viprabori! Bolehkah aku tahu namamu? Dimana kamu tinggal? Apa tanda lahir di tangan Anda? ”Mahaprabhu dengan rendah hati menawarkan salam-Nya. Beberapa muridnya menjawab, "Namanya Nimai Pandit." Ishvara Puri berteriak, "Kamu adalah Nimai Pandita yang terkenal!" Ishvara Puri merasa sangat senang bertemu dengan-Nya.
Selanjutnya Mahaprabhu, maju kehadapan Ishvara Puri dan menundukkan kepalanya, kemudian dengan rendah hati meminta, "Sripada, silakan ikut denganku ke rumahku dan jadilah tamu saya untuk presad siang."
Ishvara Puri berpikir, "Dia memiliki Sikap yang begitu ramah dan menyenangkan!" seperti terpesona oleh mantra gaib, Ishvara Puri ikut bersama Nimai Pandit ke rumah-Nya. Sesampainya di rumah, Mahaprabhu secara pribadi mencuci kaki padma Ishvara Puri, sementara di ruang pemujaan, Saci Mata sedang menyiapkan berbagai persembahan yang akan dipersembahkan kepada Tuhan. Kemudian Mahaprabhu melayani prasadam untuk Shri Ishvara Puri dan setelah itu menerima sisa-sisa prasad tersebut. Setelah itu mereka duduk di kuil (Visnu grha) dan mendiskusikan Krishna-katha, mereka berdua pun larut dalam krishna-katha tersebut dan dipenuhi dengan cinta kasih rohani yang luar biasa.
Dengan demikian Shri Iswara Puri tetap di Navadwipa selama beberapa bulan, tinggal di rumah Shri Gopinatha Acharya. Setiap hari Mahaprabhu datang untuk mendapatkan darshan dari kaki padmanya dan kadang-kadang Mahaprabhu mengundangnya untuk makan siang. Pada waktu itu Shrila Gadadhara Pandita masih kecil, dan Ishvara Puri sangat menyayanginya. Ishvara Puri memberikan bimbingan kepada Gadaghara Pandit berdasarkan buku karangan Beliau sendiri yang berjudul "Shri Krishna Lilamrta".
Suatu malam ketika Mahaprabhu datang untuk mempersembahkan sujud-Nya kepada Ishvara Puri, Shrila Puripada berbicara kepadanya, “Kamu adalah pandita yang hebat. Saya telah menulis sebuah naskah tentang lila Shri Krishna. Jika Anda ingin mendengarnya, maka saya akan membacanya di hadapan Anda, dan Anda dapat memperbaiki kesalahan penulisan yang mungkin terdapat pada naskah itu. Saya akan sangat senang jika Anda melakukan ini. "
Mahaprabhu menjawab dengan tersenyum, “Apa pun yang dikatakan oleh seorang penyembah didikte oleh Shri Krishna sendiri. Jika ada yang melihat kesalahan dalam hal ini maka ia hanyalah orang yang berdosa. Apa pun puisi yang dikarangnya, tentu Krishna sangat senang dengan itu. Krishna menerima suasana di mana hal-hal yang dipersembahkan sebagai bagian paling penting dari persembahan itu sendiri. ”Bagi Ishvara Puri, kata-kata ini seperti tetesan nektar dan dia dapat memahami bahwa Shri Nimai Pandita adalah orang yang luar biasa. Setelah melewati beberapa hari di Nadia, Ishvara Puri melanjutkan perjalanannya ke tempat-tempat suci lainnya.
Sementara itu Mahaprabhu mengakhiri masa belajarnya dan sekarang ingin mengungkapkan Diri-Nya yang sejati dan membangun kepercayaan terhadap pemujaan pada zaman ini dengan membagikan cinta kasih Tuhan melalui nyanyian Nama-nama Suci-Nya (Mahamantra). Karena itu Beliau datang ke Gaya, seolah-olah menawarkan pinda untuk ayah dan leluhur leluhurnya. Shri Ishvara Puri hadir pada saat itu di Gaya. Setelah mempersembahkan pinda di berbagai tempat suci, ia akhirnya datang ke tempat di mana jejak kaki padma Shri Visnu berada. Saat mengambil darshan dan mendengar kemuliaan kuil tersebut, Mahaprabhu pingsan dan jatuh ke tanah. Shri Ishvara Puri kebetulan datang ke tempat itu, Beliau mengetahui kejadian terabut dari Shri Candrashekar Acharya. Setelah waktu yang singkat, Mahaprabhu sadar kembali, dan melihat Ishvara Puri, dia bangkit untuk mempersembahkan sujud-Nya. Shri Ishvara Puri memeluknya dan mereka berdua bermandikan air mata cinta rohani satu sama lain.
Mahaprabhu berbicara kepada Ishvara Puri, “Perjalanan saya ke Gaya berhasil hanya dengan melihat kaki padma Anda. Jika seseorang menawarkan Pinda di tempat suci ini, maka leluhurnya akan dibebaskan. Tetapi hanya dengan melihat Anda, puluhan juta leluhur mendapatkan pembebasan. Karena itu, kehadiran Anda bahkan lebih menguntungkan daripada tirtha suci ini. Semua tirtha suci berdoa kepada debu kaki padma Anda. Oleh karena itu, O Puripada, saya berdoa di kaki padma Anda untuk mambawa saya melintasi samudera material ini dan membuat saya meminum nektar dari kaki padma Krishna. "
Shrila Ishvara Puri menjawab, “Tolong dengarkan aku Panditji, aku mengerti bahwa Engkau adalah inkarnasi dari Tuhan Yang Maha Esa. Pagi ini saya melihat mimpi yang sangat mujur yang saat ini telah benar-benar terwujud. Sejak hari pertama saya melihat Anda di Navadwipa, saya selalu memikirkan Anda. Saya mendapatkan kesenangan dengan melihat Anda, sama senangnya dengan melihat Tuhan Sri Krishna. "
Mendengar ini, Mahaprabhu menundukkan kepalanya dan dengan tersenyum menjawab, "Ini adalah karunia terbesar bagi saya."
Pada hari lain Mahaprabhu mendekati Shri Isvar Puri dan meminta Shri Ishvara Puri untuk menginisiasi Beliau dengan mantra suci. “Pikiranku menjadi sangat gelisah untuk mengantisipasi inisiasi ini. “Shrila Puripada dengan sangat gembira menjawab,“ Apa yang harus dibicarakan tentang mantra, saya siap untuk mempersembahkan hidup saya kepada Anda. ”[C. B. Adi 17.10]
Setelah itu Shrila Ishvara Puri meninisiasi Mahaprabhu dengan mantra suci.
Suatu pagi Shrila Ishvara Puri datang ke tempat Mahaprabhu tinggal. Mahaprabhu sangat senang melihatnya dan setelah mempersembahkan hormat-Nya, Beliau mengundang Ishvara Puri untuk tinggal dan makan siang. Ishvara Puri menjawab, "menerima mahaprasdham dari tangan Anda adalah karunia terbesar bagi saya." Mahaprabhu sendiri yang memasak dan kemudian dengan hati-hati melayani gurunya untuk menerima prasadam. Setelah itu Beliau mengoleskan pasta cendana di tubuh Shri Ishvara Puri dan meletakkan karangan bunga di leher Guru-Nya. Jadi, Tuhan Yang Maha Esa sendiri mengajarkan bagaimana seseorang harus melayani gurunya. Tanpa melayani para penyembah agung, tidak mungkin untuk menerima cinta Tuhan. Pelayanan kepada guru adalah pintu utama untuk menuju pengabdian suci.
Sekembalinya dari Gaya, Mahaprabhu datang melalui Kumarhatta, tempat kelahiran guru-Nya, dan mulai berguling-guling di tanah dan terserap dalam ekstasi kebahagian rohani di sana, seketika itu juga tanah menjadi basah dengan air mata-Nya. Akhirnya Dia mengumpulkan debu dari tempat suci itu dan mengikatnya di sudut pakaian atasnya, dengan mengatakan, “Debu ini sangat berharga bagiku seperti hidupku.” Kemudian dia pergi ke Navadwipa.
Tempat kelahiran Shrila Ishvara Puri terletak di kota Halyahor (sekarang), yang dekat dengan stasiun kereta Kanchra-para, yang berada di jalur Sealdah-Krishnanagar. Seseorang harus turun di stasiun Kanchra-para dan kemudian melanjutkan dengan riksaw ke Chaitanya Doha. Doha berarti kolam, yang dibuat oleh para pengikut Chaitanya Mahaprabhu, yang mengikuti jejak kaki padma Beliau, yang datang ketempat itu dan mengumpulkan tanah suci yang berasal dari tempat kemunculan rohani Shrila Ishvara Puri.
Setelah itu Mahaprabhu menerima sannyasa dan atas perintah ibunya, Beliau menetap di Jagannath Puri. Pada saat Lord Caitanya menerima Sanyasa, Ishvara Puri sudah berpulang ke dunia rohani. Beliau mengirim dua muridnya Shri Govinda dan Kasisvara brahmacari untuk melayani Tuhan di Nilacala.
Jay Shri Ishvara Puri ki... Jay...
Hare Krishna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA