"MAHABHARATA"
(Jumlah Kacang yang dimakan Sri Krishna)
Adalah Raja Udupi yang tidak mau bergabung dengan salah satu pihak yang berperang, tetapi ia berjanji, dia dan rombongannya akan memberi makan pasukan kedua belah pihak.
Selama makan, Sri Krishna akan duduk disamping Yudhistira dan Raja Udupi Pribadi melayani keduanya makan.
Anehnya Raja Udupi hanya menyiapkan sejumlah makanan yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak yang selamat dari pertempuran.
Pada suatu hari para Pandawa masuk ke dapur dan bertanya kepada para Juru masak, berapa banyak makanan yang berlebih atau kurang setiap harinya.
Para Juru masak menjawab bahwa setiap hari Raja Udupi memperbaiki jumlah makanan bagi Prajurit yang masih hidup. Nampaknya Sang Raja Udupi tahu berapa orang pasukan yang akan mati hari itu.
Para Pandawa mendatangi Raja Udupi dan bertanya, bagaimana bisa Sang Raja mengetahui dengan Persis berapa Prajurit yang akan tewas setiap hari.
Raja Udupi menjawab bahwa dialah yang melayani Sri Krishna makan. Dengan penuh perhatian Sang Raja menghitung berapa banyak Kacang yang dimakan oleh Sri Krishna.
Setiap kacang yang dimakan Sri Krishna adalah Petunjuk berapa ribu Prajurit yang ditakdirkan mati dalam Pertempuran.
Pada saat Sri Krishna makan kacang banyak sekali itu adalah tanda bagi saya untuk menghitung berapa ribu banyaknya Prajurit yang tewas keesokan harinya.
Para Pandawa sadar, bahwa adalah kehendak Sri Krishna, berapa banyak Prajurit yang akan tewas dalam Perang keesokan harinya.
Bagi Sri Krishna Peperangan ini hanyalah sebuah Pergelaran Pertunjukan.
Segala sesuatu terjadi sesuai pengaturan Tuhan. Tuhan Pengendali segalanya. Kalau sudah sadar hal yang demikian, maka "aku tidak berbuat sesuatu, yang melakukan adalah Tuhan, aku sekedar alatnya".
Ia yang tekun menjalani Yoga, berkarya tanpa pamrih, hendaknya memahami kebenaran diri dan dalam keadaan apa pun, selagi melihat, mendengar, menyentuh atau mencium sesuatu, bahkan saat makan, berjalan, tidur dan bernafas selalu mengingat ; aku tidak berbuat sesuatu (Bhagavad Gita 5.8).
(Arjuna sudah melihat para Raja dan Prajurit yang akan mati saat melihat Visvarupa dan Sri Krishna).
"Arjuna melihat Para Raja dan Prajurit yang akan mati terlebih dahulu" (Bhagavad Gita 11.26-27).
"Kulihat Putra Dhrtarastra, Para Kaurava bersama Raja-raja lain (dipihak mereka), Bhisma, Drona, dan Karna Putra Sais, pun demikian para kesatria agung dari pihak kita, semuanya dengan cepat memasuki mulut-mulutmu yang bertaring dan sungguh mengerikan, beberapa diantara mereka tersangkut disela-sela gigimu, Kepala mereka hancur karena benturan".
"Sebagaimana sungai-sungai yang kebanjiran melaju cepat menuju laut, Pun demikian para kesatria unggul di antara manusia-manusia sedunia, seolah berlomba untuk memasuki mulutmu yang menyala mengeluarkan api"
(Bhagavad Gita 11.28).
"Sebagaimana laron terburu-buru memasuki nyala api untuk menemukan ajalnya, pun demikian seantero dunia dengan seluruh isinya sedang memasuki mulut-mu dengan cepat, untuk berhancur-lebur tanpa bekas" (Bhagavad-Gita 11.29).
"Akulah Sang Kala, waktu yang berkuasa, pemusnah alam semesta, saat ini Aku berkehendak untuk memusnahkan mereka semua. Sekalipun tanpa bantuanmu Arjuna, Para Kesatria di Kubu lawan pasti binasa"
(Bhagavad Gita 11.32)
"Sebab itu, bangkitlah dan raihlah kemuliaan, kemenangan ! Setelah menaklukkan Para Musuh, nikmatilah kekuasaan, Kerajaan untuk menyejahterakan rakyat" (Bhagavad Gita 11.33)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar