Kisah ini terdapat dalam Bhagavata Purana (Srimad Bhagavatam Canto 10) dan merupakan salah satu lila Sri Krsna yang sangat terkenal.
Latar Belakang Narakasura
Narakasura, yang juga dikenal sebagai Bhaumasura, adalah raja asura yang sangat kuat. Ia memperoleh kekuatan besar melalui berbagai anugerah dan akhirnya menjadi sangat sombong serta kejam.
Ia menaklukkan banyak kerajaan dan melakukan berbagai tindakan jahat, antara lain:
Menyerang para dewa.
Merampas anting-anting Dewi Aditi, ibu para dewa.
Mencuri payung kerajaan Varuna.
Menindas para raja di berbagai wilayah.
Menculik putri-putri kerajaan yang cantik dari berbagai negeri.
Para putri yang diculiknya tidak diperlakukan sebagai istri. Mereka dikurung dalam istana dan benteng yang dijaga ketat di ibu kota Narakasura, Pragjyotishapura.
Jumlah mereka mencapai 16.100 putri raja.
Krsna Berangkat Menyerang Narakasura
Ketika para dewa mengadu kepada Sri Krsna mengenai kejahatan Narakasura, Krsna memutuskan untuk menghentikannya.
Bersama Sri Satyabhama, salah satu permaisuri-Nya, Krsna menaiki Garuda menuju kerajaan Narakasura.
Kerajaan Narakasura dilindungi oleh:Benteng gunung.Parit yang dalam.Jaring senjata gaib.Pasukan asura yang sangat besar. Namun semua pertahanan itu dihancurkan oleh Sri Krsna.
Sebelum menghadapi Narakasura, Krsna terlebih dahulu membunuh panglima utamanya yang bernama Mura. Karena itu Krsna mendapat nama Murari ("musuh atau pembunuh Mura").
Setelah pertempuran sengit, Narakasura maju menghadapi Krsna dengan pasukan gajah perang dan senjata-senjata gaib. Tetapi akhirnya cakra Sudarsana Sri Krsna memenggal kepalanya dan Narakasura pun tewas.
Pembebasan 16.100 Putri
Setelah Narakasura terbunuh, Sri Krsna memasuki istananya.
Di sana Beliau menemukan 16.100 putri raja yang telah lama ditawan.
Ketika para putri itu melihat Sri Krsna, mereka memahami bahwa Beliau adalah penyelamat mereka.
Mereka berpikir:
"Kami telah diculik dan ditawan oleh Narakasura. Jika kami kembali ke kerajaan masing-masing, masyarakat mungkin tidak akan menerima kami lagi. Tidak ada seorang pangeran pun yang berani menikahi kami. Karena itu kami menyerahkan diri sepenuhnya kepada Sri Krsna."
Mereka berdoa agar Krsna menerima mereka sebagai pelayan dan istri-Nya.
Mengapa Krsna Menikahi Mereka?
Dalam budaya kerajaan pada masa itu, seorang putri yang pernah ditawan musuh sering dianggap kehilangan kehormatan sosial meskipun sebenarnya tidak bersalah.
Karena itu para putri tersebut tidak melihat masa depan selain berlindung kepada Sri Krsna.
Sri Krsna mengetahui isi hati mereka dan menerima permohonan mereka.
Beliau tidak menikahi mereka karena nafsu duniawi, melainkan:
Untuk melindungi kehormatan mereka.
Untuk memberikan perlindungan abadi.
Untuk memenuhi keinginan rohani mereka yang telah menyerahkan diri kepada-Nya.
Perkawinan Ajaib Sri Krsna
Krsna kemudian membawa mereka ke Dvaraka.
Di Dvaraka terjadi keajaiban yang luar biasa.
Sri Krsna memperluas diri-Nya menjadi 16.100 wujud yang identik. Setiap putri memperoleh satu istana megah dan melihat Krsna tinggal bersamanya secara pribadi.
Narada Muni pernah mengunjungi Dvaraka untuk menyaksikan keajaiban ini.
Beliau melihat:
Di satu istana Krsna sedang berbincang dengan seorang permaisuri.
Di istana lain Krsna sedang bermain dengan anak-anak.
Di tempat lain Krsna sedang melakukan upacara keagamaan.
Di tempat lain lagi Krsna sedang menerima tamu.
Narada melihat bahwa Krsna hadir secara penuh di setiap istana sekaligus.
Hal ini menunjukkan bahwa Krsna bukan manusia biasa, melainkan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kekuatan tak terbatas.
Delapan Permaisuri Utama dan 16.100 Permaisuri
Kitab-kitab Vaisnava menjelaskan bahwa Krsna memiliki:
Delapan permaisuri utama (Asta-bharya):
1.Rukmini
2.Satyabhama
3.Jambavati
4.Kalindi
5.Mitravinda
6.Nagnajiti (Satya)
7.Bhadra
8.Laksmana
Selain itu terdapat 16.100 permaisuri yang diselamatkan dari penawanan Narakasura.
Masing-masing memperoleh kasih sayang dan perhatian penuh dari Sri Krsna
Krsna datang membebaskan mereka dari penderitaan.
Ketika jiwa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Krsna, Beliau memberikan perlindungan dan menerima mereka tanpa memandang masa lalu mereka.
Karena itu kisah pembebasan 16.100 putri bukan terutama tentang jumlah istri Krsna, melainkan tentang belas kasih-Nya yang tak terbatas kepada mereka yang berlindung kepada-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar