NAROTTAMA DASA TAHKUR
MEMPERINGATI KEMUNCULAN ROHANI NAROTTAMA DASA TAHKUR
Narottama Dasa Thakura juga dikenal sebagai Thakura Mahasaya, adalah seorang santa Gaudiya Vaishnava yang bertanggung jawab untuk menyebarkan bhakti Vaishnava ke seluruh Odisha di dalam dan di luar Benggala di India. Narottama dasa adalah putra Raja Krishnananda Datta dan Narayani Devi yang tinggal di Gopalpur Pargana dari distrik Rajsahi di Bangladesh. Menurut beberapa orang, setelah Ayah Beliau berpulang, Beliau mempercayakan tugas kerajaannya kepada saudara sepupu Beliau (putra paman dari pihak ayah tertua) dan Beliau memilih untuk pergi ke Vrindavan.
Biografi Narottama Dasa Thakura
Narottama Dasa Thakura adalah seorang brahmachari seumur hidup. Beliau dilahirkan dalam keluarga kasta Kayastha, putra Raja Shri Krishnananda Datta, yang memerintah wilayah Gopalpura di distrik Rajashahi di Bangladesh, ibukotanya adalah Khetri di Sungai Padma. Ibu Narottama adalah Narayani Devi, dan Beliau dilahirkan di saat bulan purnima pada bulan Magha (Januari) 1520 Masehi.
Narottama Dasa Thakura adalah seorang brahmachari seumur hidup. Beliau dilahirkan dalam keluarga kasta Kayastha, putra Raja Shri Krishnananda Datta, yang memerintah wilayah Gopalpura di distrik Rajashahi di Bangladesh, ibukotanya adalah Khetri di Sungai Padma. Ibu Narottama adalah Narayani Devi, dan Beliau dilahirkan di saat bulan purnima pada bulan Magha (Januari) 1520 Masehi.
Sejak masa anak-anak, Narotama dasa thakur sudah sangat tertarik pada Tuhan Shri Chaitanya. Ketika Narottama lahir, para peramal datang, dan mengatakan bahwa anak ini akan menjadi raja yang hebat atau pengajar bagi orang-orang yang miskin ilmu pengetahuan rohani. Beliau juga terlatih dalam bahasa Sanskerta yang Beliau kuasai dalam waktu yang sangat singkat, dan sampai dengan saat ini Beliau sangat terkenal karena keahlian Beliau dalam penggunaan tata bahasa, puisi, prosodi bahasa Sansekerta dll.
Pada usia dua belas tahun Narottama dasa Thakura bermimpi tentang kehadiran Tuhan Nityananda. Tuhan Nityandana mengatakan kepada Narottama dasa thakur agar mandi di Sungai Padma dimana ditempat tersebut Beliau akan menerima cinta kasih rohani Tuhan. Selanjutnya Beliau mengikuti instruksi Tuhan Nitayananda tersebut, Narottama dasa thakur mandi di Sungai Padma, dan akhirnya Kepribadian Dewi sungai muncul dan atas perintah Tuhan Chaitanya Mahaprabhu, Beliau memberikan karunia cinta kasih rohani Tuhan.
Meskipun masih muda, Narottama das hanya akan mempertahankan dirinya dengan mematuhi sumpah madhukari, yang berarti bahwa ia hanya akan memakan apa yang bisa Beliau dapatkan dengan cara meminta-minta dari pintu ke pintu rumah para penyembah grhasta, seperti layaknya seekor lebah yang terbang dari bunga ke bunga yang lainnya untuk mengambil serbuk sari bunga-bunga tersebut. Dengan sumpah yang ketat ini, Narottama tidak memiliki dapur atau gudang bahan-bahan makanan. Beliau hanya mengandalkan rahmat dan karunia Tuhan.Narottama dasa Thakura akan memberikan pengajaran tentang apa pun terkait pengetahuan rohani, menghilangkan kesalahpahaman tentang zaman, dan akan memohon kepada murid-muridnya untuk mengikuti perintah-perintahnya.
Ini adalah salah satu poin penting ajaran Narottama dasa Thakura - bahwa seorang Vaishnava bukanlah mllecha, atau yavana, atau Brahmana, atau sudra, dll. Vaisnavisme seharusnya hanya diukur berdasarkan penyerahan diri seseorang dan sejauh mana keinsyafan diri dalam kesadaran Krishna. Seharusnya tidak ada pertimbangan kelahiran, usia, kasta, pernyataan keyakinan, besarnya lapisan, pendidikan, status sosial, seseorang sudah memperoleh karunia diksa atau tidak, tahun seseorang diinisiasi, atau ketika seseorang pertama kali berhubungan dengan pelayanan bhakti. Kemajuan kesadaran Krishna juga tidak tergantung pada tugas-tugas rumah tangga, mengambil sannyasa, pertunjukan ritual, persetujuan kelompok, atau sejenisnya – ukuran keberhasilan tersebut hanya bisa diukur melalui bagaimana seseorang bisa terserap dalam pelayanan bhakti-nya kepada Tuhan. Ini adalah kesimpulan dari pengajaran Narottama dasa Thakura.
Narottama memiliki ribuan murid, sebagian besar di wilayah Bangladesh. Beliau berpulang di bawah pohon asam di Prema Ghat di sisi Sungai Gangga (Sungai Padma) di Kheturi, tempat Tuhan Chaitanya duduk, dan tempat di mana kepribadian dewi sungai memberikan cinta kasih rohani Tuhan kepada Narottama, Beliau berpulang setelah membuat lagu yang indah, " Saparsada bhagavad viraha janita vilapa, "yang dimulai" je anilo prema dhana koruna pracur heno prabhu kotha gela acharya thakura.
Biographi Beliau dijelaskan dalam Prema-vilasa. Di Vrindavan, Narottama diterima oleh Rupa Gosvami dan Sanatana Gosvami. Narottama das thakur memperoleh karunia diksa dari Lokanatha Gosvami, dan selanjutnya Lokananath Gosvami memberikan perintah kepada Beliau untuk pergi dan belajar dari Jiva Goswami. Beliau melakukan perjalanan ke Bengal dengan sadhus (orang suci) lainnya untuk menyebarkan ajaran2 maupun tulisan-tulisan rohani kepada masyarakat umum.
Lima puluh tahun setelah berpulangnya Chaitanya Mahaprabhu, Narottama menyelenggarakan festival tahunan di Bengal, yang bertujuan untuk menjaga persatuan filosofi Gaudiya. Pertemuan penting terjadi di Kheturi di mana Teologi Gaudiya Vaishnava dari sekte Chaitanya Mahaprabhu didefinisikan. Tahun pasti dari peristiwa ini tidak diketahui tetapi beberapa mengatakan bahwa itu sekitar tahun 1572.
Tulisan-tulisan karya Narottama dasa thakur..
Narottama Dasa terkenal karena puisi-puisi rohani Beliau yang menggambarkan perasaan yang kuat secara emosional terhadap Radha dan Krishna. Doa-doa karangan Beliau seperti doa Shri Rupa Manjari Pada dan Shri Guru Carana Padma masih dinyanyikan di dalam kuil Gaudiya Math dan ISKCON secara teratur.
Di antara tulisan-tulisan Narottama, Prarthana dan Premabhakticandrika (The Moonrays of Loving Devotion) adalah yang paling terkenal. Tulisan singkat berjudul Hatapaltana juga dikaitkan dengan Narottama tetapi isinya tampaknya tidak selaras dengan peristiwa-peristiwa bersejarah, oleh sebab itu beberapa orang percaya bahwa Hatapaltana tersebut adalah karya palsu. Narottama menerjemahkan Smaranamangala ke dalam bahasa Bengali. Smaranamangala ini terdiri dari sebelas sloka, delapan sloka utama menggambarkan tentang Lila Radha dan Krishna.
His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada sering mengutip doa-doa dari Narottama dasa thakur, seperti yang dilakukan oleh para penganut doa Gaudiya Vaishnava: "Doa-doa Narottama dasa Thakura," Srila Prabhupad mengatakan. "Doa-doa ini di atas tataran sifat material. Doa-doa tersebut berasal dari tataran dunis spiritual. Dan tidak perlu memahami bahasa yang digunakan. Layaknya seperti suara guntur dilangit. Semua orang bisa mendengar suara guntur-tidak ada kesalahpahaman dalam hal tersebut. Demikian pula, lagu-lagu ini berada di atas tataran sifat material, dan lagu-lagu itu akan berdentum keras seperti guntur di dalam hatimu. "
Penasaran dgn karya2 Beliau? Yukk buka vaishnava song nya.. 😊😊
JAY NAROTTAMA DASA TAHKUR KI… Jay...
JAY NAROTTAMA DASA TAHKUR KI… Jay...

Komentar
Posting Komentar