KISAH KRSNA DAN ARJUNA MENEMUI MAHA VISNU


Kisah ini terdapat dalam Srimad Bhagavatam, dan merupakan salah satu kisah yang sangat dalam maknanya. Kisah ini menunjukkan bahwa bahkan Arjuna yang sangat perkasa pun akhirnya memahami bahwa segala kekuatan tetap bergantung pada kehendak Tuhan. Dan kisah ini juga memperlihatkan kerinduan Maha Vishnu untuk melihat Krishna beserta sahabat-Nya.

Hilangnya Anak-Anak Sang Brahmana
Di kota suci Dvaraka,Hiduplah seorang brahmana yang saleh. Namun ia mengalami penderitaan yang sangat berat.
Setiap kali istrinya melahirkan seorang bayi laki-laki, bayi itu meninggal atau menghilang tepat sesaat setelah lahir. Anak pertama hilang. Anak kedua hilang. Demikian terus berulang hingga berkali-kali.
Dengan hati penuh kesedihan, brahmana itu datang ke gerbang istana raja sambil membawa jasad bayinya. Ia menangis dan menyalahkan para ksatria kerajaan.
Menurut budaya Veda, bila raja atau ksatria tidak menjalankan dharma dengan benar, rakyat bisa mengalami penderitaan yang tidak wajar.
Brahmana itu berkata dengan marah:
“Para penguasa negeri ini tidak layak! Karena dosa dan kelalaian mereka, anak-anakku terus meninggal.
Orang-orang mendengar ratapannya berulang kali, tetapi tidak seorang pun mampu menolong.
Arjuna Mendengar Tangisan Brahmana
Suatu hari, Arjuna berada di Dvaraka mengunjungi sahabat sekaligus Tuhan yang sangat ia cintai, Krishna.
Ketika itu Arjuna mendengar brahmana tersebut kembali menangis karena anaknya yang baru lahir juga hilang.
Arjuna merasa tersinggung mendengar brahmana menghina para ksatria.
Dengan penuh keyakinan ia berkata:
“Aku adalah Arjuna! Pemegang Gandiva! Aku telah mengalahkan banyak musuh besar. Aku bersumpah, anak berikutnya akan kulindungi. Bila gagal, aku akan membakar diri!”
Brahmana itu tertawa pahit.
Ia berkata:
“Bahkan Balarama dan Krishna tidak menghentikannya. Bagaimana mungkin engkau bisa?”
Namun Arjuna sangat percaya pada kemampuan dan kesaktiannya.
Arjuna Menjaga Kelahiran Anak Berikutnya
Saat istrinya hendak melahirkan lagi, Arjuna datang bersiap menjaga.
Ia menggunakan kekuatan surgawinya.
Dengan panah-panah sakti, ia membuat benteng pelindung di sekeliling rumah.
Panah memenuhi langit.
Tak ada makhluk yang bisa masuk.
Tak ada celah sedikit pun.
Arjuna berjaga dengan konsentrasi penuh.
Akhirnya bayi itu lahir…
Namun…
Dalam sekejap…
Bayi itu lenyap dari hadapan semua orang.
Menghilang begitu saja.
Bahkan Arjuna tidak mampu melihat siapa yang mengambilnya.
Brahmana itu sangat marah.
Ia mengecam Arjuna:
“Engkau hanya sombong! Bahkan Krishna tidak melakukan janji seperti itu!”
Kata-kata itu menusuk hati Arjuna.
Arjuna Mencari ke Seluruh Alam Semesta
Karena terikat sumpahnya, Arjuna menggunakan kekuatan yogis dan senjata sucinya untuk mencari anak-anak brahmana itu.
Ia pergi ke berbagai alam. Ke kerajaan Yamaraja. Ke surga para dewa. Ke alam Indra.
Ke alam api. Ke alam bulan. Ke berbagai dimensi kosmis.
Tetapi tidak ada seorang pun mengetahui keberadaan anak-anak itu.
Arjuna akhirnya putus asa.
Ia merasa gagal menepati janjinya.
Sebagai ksatria sejati, ia bersiap masuk ke dalam api untuk mengakhiri hidupnya.
Krishna Menghentikan Arjuna
Saat Arjuna hendak membakar dirinya, Krishna tersenyum lembut dan menghentikannya.
Krishna berkata:
“Sahabat-Ku, jangan lakukan itu. Mari ikut bersama-Ku. Aku akan menunjukkan di mana anak-anak itu berada.”
Kemudian Krishna membawa Arjuna menaiki kereta rohani.
Kereta itu melesat melampaui alam semesta.
Mereka melewati lapisan-lapisan alam semesta yang gelap gulita.
Di tempat yang sangat jauh, Krishna menggunakan cahaya rohani-Nya menerangi jalan.
Akhirnya mereka tiba di samudra rohani yang luar biasa bercahaya.
Di sana Arjuna melihat pemandangan yang menakjubkan.
Pertemuan dengan Maha Vishnu
Di tengah samudra rohani Beliau berbaring
Tubuh-Nya memancarkan cahaya tak terlukiskan.
Para pelayan rohani melayani-Nya dengan penuh cinta.
Arjuna langsung dipenuhi rasa takjub dan hormat.
Lalu Maha Vishnu tersenyum melihat Krishna dan Arjuna datang.
Beliau berkata:
“Aku yang membawa anak-anak brahmana itu ke sini.”
Arjuna sangat terkejut.
Mengapa Maha Vishnu melakukan hal seperti itu?
Maha Vishnu lalu menjelaskan:
“Aku sangat ingin melihat kalian berdua bersama-sama. Karena itulah Aku menciptakan peristiwa ini agar Krishna dan Arjuna datang menemui-Ku.”
Beliau memandang Krishna dengan penuh cinta ilahi.
Karena dalam filsafat Vaisnava, Krishna dipahami sebagai sumber asal semua penjelmaan Tuhan, termasuk Maha Vishnu sendiri.
Maha Vishnu kemudian mengembalikan semua anak brahmana itu — hidup dan sehat.
Arjuna Menyadari Kemuliaan Krishna
Saat kembali ke Dvaraka, Arjuna sangat tersentuh.
Ia memahami bahwa seluruh kekuatannya tidak berarti tanpa kehendak Krishna.
Walaupun ia adalah pahlawan terbesar, tetap saja ia tidak mampu melindungi seorang bayi tanpa belas kasih Tuhan.
Kisah ini juga menunjukkan hubungan yang sangat indah antara Krishna dan Arjuna.
Arjuna bukan sekadar pejuang.
Ia adalah sahabat kekal Krishna.
Dan bahkan Maha Vishnu pun rindu melihat kebersamaan mereka.
Makna Mendalam Kisah Ini
1. Kesombongan halus dapat muncul bahkan pada orang suci
Arjuna adalah penyembah agung, tetapi ia sempat terlalu percaya pada kekuatannya sendiri.
2. Semua kemampuan berasal dari Tuhan
Kecerdasan, kekuatan, keberanian — semuanya bekerja hanya karena izin Tuhan.
3. Tuhan menikmati hubungan kasih dengan para penyembah-Nya
Maha Vishnu tidak mengambil anak-anak itu karena kebencian, tetapi karena kerinduan rohani untuk melihat Krishna dan Arjuna.
4. Hubungan Krishna dan Arjuna bersifat kekal
Dalam tradisi bhakti, hubungan cinta antara Tuhan dan penyembah dianggap lebih tinggi daripada sekadar kekuatan atau kemegahan alam semesta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA