SISUPALA DAN DANTAVAKRA: Kelahiran Ketiga Jaya dan Vijaya
SISUPALA DAN DANTAVAKRA: Kelahiran Ketiga Jaya dan Vijaya
Kisah Sisupala sangat erat kaitannya dengan kisah Jaya dan Vijaya, dua penjaga gerbang Vaikuntha, kediaman abadi Sri Narayana.
Kutukan Empat Kumara
Pada suatu hari, empat resi agung yang dikenal sebagai: Sanaka,Sanandana,Sanatana,Sanatkumara datang mengunjungi Vaikuntha untuk bertemu Sri Narayana.
Namun Jaya dan Vijaya, yang menjaga gerbang, menghalangi mereka karena mengira mereka hanyalah anak-anak.
Empat Kumara marah dan berkata:
"Karena kalian memandang dunia material dengan sikap membeda-bedakan, kalian tidak layak tinggal di Vaikuntha. Kalian harus lahir di dunia material."
Saat itu Sri Narayana sendiri muncul.
Beliau tidak membatalkan kutukan tersebut, tetapi memberi pilihan kepada Jaya dan Vijaya:
Lahir tujuh kali sebagai penyembah Tuhan.
Lahir tiga kali sebagai musuh Tuhan.
Karena tidak tahan berpisah lama dari Tuhan, mereka memilih lahir tiga kali sebagai musuh-Nya.
Kelahiran Pertama Jaya dan Vijaya lahir sebagai: Hiranyaksa dan Hiranyakasipu
Mereka dibunuh oleh:Varaha Avatara dan Narasimha Avatara
Kelahiran Kedua
Mereka lahir sebagai: Ravana dan Kumbhakarna
Dan dibunuh oleh Sri Rama.
Kelahiran Ketiga
Pada kelahiran ke-3 mereka lahir sebagai:
Sisupala dan Dantavakra
Dan keduanya dibunuh oleh Sri Krsna.
Setelah itu mereka dibebaskan.
Kelahiran Sisupala
Sisupala lahir sebagai putra Raja Damaghosa dari kerajaan Cedi.
Ibunya bernama Srutasrava, saudari Vasudeva, ayah Sri Krsna.
Artinya Sisupala sebenarnya adalah sepupu Sri Krsna.
Namun ketika lahir terjadi keajaiban yang mengerikan.
Bayi Sisupala memiliki:tiga mata,empat lengan.
Melihat bentuk tubuhnya yang aneh, semua orang ketakutan.
Kemudian terdengar suara dari langit:
"Anak ini akan dibunuh oleh orang yang menyebabkan anggota tubuh tambahannya hilang."
Pertemuan dengan Bayi Sisupala
Banyak raja dan kerabat datang menggendong bayi itu.
Tidak terjadi apa-apa.
Suatu hari Sri Krsna datang mengunjungi keluarga tersebut.
Ketika bayi Sisupala diletakkan di pangkuan Krsna:
dua lengannya yang tambahan lenyap,
mata ketiganya menghilang.
Ibunya langsung sadar:
"Krsna akan menjadi pembunuh anakku."
Dengan air mata ia memohon:
"Tolong maafkan segala kesalahan anakku."
Krsna menjawab:
"Aku akan mengampuni seratus penghinaan yang ia lakukan kepadaku."
Janji inilah yang kelak sangat penting.
Kebencian Sisupala kepada Krsna
Sejak kecil Sisupala membenci Krsna.
Sebagai kelahiran Jaya yang masih berada dalam peran sebagai musuh Tuhan, pikirannya selalu tertuju kepada Krsna, tetapi dalam kebencian.
Ia marah karena:
Krsna membunuh Kamsa.
Krsna mengalahkan banyak raja.
Krsna semakin terkenal.
Puncak kebenciannya terjadi ketika Krsna menculik Rukmini.
Sisupala Kehilangan Rukmini
Sisupala telah dijodohkan dengan Rukmini oleh Rukmi.
Ia sangat yakin akan menikahi putri cantik Vidarbha itu.
Namun tepat di depan semua raja yang hadir, Krsna datang dan membawa Rukmini pergi.
Sisupala merasa dipermalukan di seluruh Bharata-varsa.
Sejak saat itu kebenciannya menjadi semakin besar.
Rajasuya Yudhisthira
Beberapa tahun kemudian Yudhisthira melaksanakan upacara Rajasuya yang megah.
Semua raja besar hadir.
Termasuk:Bhisma,Drona,Krsna,Para Pandawa,Sisupala
Dalam upacara itu harus dipilih tokoh yang paling layak menerima penghormatan pertama (agra-puja).
Bhisma berdiri dan berkata:
"Tidak ada yang lebih layak daripada Sri Krsna."
Semua orang setuju.Kecuali Sisupala.Penghinaan terhadap Krsna
Sisupala berdiri dan mulai menghina Krsna di depan seluruh sidang.
Ia menghina:Krsna,Bhisma,para Yadava,bahkan para raja yang hadir.
Satu demi satu penghinaan keluar dari mulutnya.
Namun Krsna tetap diam.Beliau menghitung.
Karena Beliau telah berjanji kepada ibu Sisupala untuk memaafkan seratus kesalahan.
Ketika penghinaan yang ke-101 terucap, batas itu telah terlampaui.
Sudarsana Cakra
Sri Krsna bangkit.
Beliau memanggil Sudarsana Cakra.
Cakra ilahi itu melesat secepat kilat.
Dalam sekejap kepala Sisupala terpenggal.
Seluruh sidang terdiam.
Tetapi sesuatu yang luar biasa terjadi.
Dari tubuh Sisupala keluar cahaya terang.
Cahaya itu terbang menuju Sri Krsna dan masuk ke dalam tubuh-Nya.
Semua orang menyaksikan kejadian tersebut.
Mengapa Sisupala Mencapai Pembebasan?
Raja Yudhisthira heran.
Ia bertanya kepada Narada:
"Bagaimana mungkin orang yang selalu menghina Krsna mencapai pembebasan?"
Narada menjelaskan bahwa Sisupala sebenarnya adalah Jaya, penjaga gerbang Vaikuntha.
Walaupun ia membenci Krsna, pikirannya selalu tertuju kepada Krsna siang dan malam.
Karena itu ketika terbunuh oleh tangan Tuhan sendiri, ia terbebas dari kutukannya.
Dantavakra
Setelah Sisupala terbunuh, sahabatnya sekaligus saudara kelahirannya sebagai Jaya-Vijaya, yaitu Dantavakra, masih hidup.
Dantavakra kemudian menantang Sri Krsna dalam pertempuran.
Krsna membunuhnya dengan gada Kaumodaki.
Dengan kematian Dantavakra, kelahiran ketiga Jaya dan Vijaya pun berakhir.
Mereka kembali ke kedudukan asal mereka sebagai penjaga gerbang Vaikuntha, melayani Sri Narayana untuk selamanya.
Makna Rohani
Kisah Sisupala sering digunakan para acarya untuk menunjukkan bahwa Sri Krsna bersifat mutlak. Bahkan seseorang yang terus-menerus memikirkan Tuhan dalam permusuhan pun akhirnya memperoleh pembebasan ketika disentuh langsung oleh rahmat-Nya. Namun para acarya menegaskan bahwa jalan yang dianjurkan bukanlah kebencian seperti Sisupala, melainkan cinta dan bhakti seperti yang ditunjukkan oleh Rukmini, para Pandawa, dan para penyembah murni lainnya.

Komentar
Posting Komentar