24 GURU ALAM YG BISA DIJADIKAN PELAJARAN HIDUP


Dalam ajaran Veda, terutama dalam kisah Avadhuta Brahmana yang dijelaskan dalam kitab-kitab suci disebutkan bahwa seorang bijaksana belajar dari 24 guru alam. Beliau melihat bahwa Tuhan memberi pelajaran bukan hanya lewat manusia suci, tetapi juga lewat alam, hewan, dan kejadian sehari-hari.
Berikut 24 guru itu beserta pelajarannya:
1. Bumi
Bumi tetap sabar walaupun diinjak, digali, dan disakiti.
Pelajarannya: seorang bijaksana harus sabar, kuat menanggung kesulitan, dan tetap memberi manfaat kepada semua.
2. Angin
Angin melewati tempat harum maupun busuk tetapi tidak terikat.
Pelajarannya: hidup di dunia tanpa melekat pada suka dan duka.
3. Langit
Langit tampak menyelimuti segala sesuatu tetapi sebenarnya tidak tercampur.
Pelajarannya: jiwa sejati tetap murni walaupun berada dalam tubuh material.
4. Air
Air membersihkan dan menyegarkan semua orang.
Pelajarannya: orang suci hendaknya lembut, menenangkan, dan menyucikan lingkungan sekitarnya.
5. Api
Api membakar apa saja tetapi tetap murni.
Pelajarannya: seorang yogi menerima apa yang datang tanpa kehilangan kemurnian batin.
6. Bulan
Bulan tampak bertambah dan berkurang, padahal bulannya tetap sama.
Pelajarannya: tubuh mengalami masa kecil, tua, sakit, tetapi atma tetap tidak berubah.
7. Matahari
Matahari menyerap air lalu mengembalikannya sebagai hujan.
Pelajarannya: menerima seperlunya lalu mengembalikannya demi kebaikan semua makhluk.
8. Merpati
Seekor merpati terlalu terikat pada keluarganya hingga ikut tertangkap pemburu.
Pelajarannya: keterikatan berlebihan membawa penderitaan.
9. Ular
Ular hidup menyendiri dan tidak membuat rumah besar.
Pelajarannya: jangan terlalu sibuk mengumpulkan kemewahan dan hindari keramaian yang tidak perlu.
10. Anjing
Anjing sangat peka dan selalu waspada.
Pelajarannya: seorang pencari spiritual harus waspada terhadap pengaruh buruk dan cepat mendengar ajaran suci.
11. Lautan
Laut tetap tenang walaupun banyak sungai masuk ke dalamnya.
Pelajarannya: orang bijaksana tidak menjadi sombong saat mendapat banyak hal dan tidak gelisah saat kekurangan.
12. Ngengat
Ngengat tertarik api lalu terbakar.
Pelajarannya: nafsu terhadap keindahan dunia bisa menghancurkan seseorang.
13. Lebah
Lebah mengambil sedikit madu dari banyak bunga.
Pelajarannya: ambillah inti ajaran dari banyak sumber tanpa merusak siapa pun.
Namun ada pelajaran lain: Lebah yang mengumpulkan madu terlalu banyak akhirnya madunya diambil orang lain.
Artinya: jangan terlalu menimbun harta.
14. Gajah
Gajah jantan tertangkap karena tertarik pada gajah betina.
Pelajarannya: pengendalian hawa nafsu sangat penting.
15. Rusa
Rusa mudah terjebak karena terpikat suara merdu pemburu.
Pelajarannya: hati-hati terhadap hiburan yang membuat lupa tujuan hidup.
16. Ikan
Ikan tertangkap karena lidahnya.
Pelajarannya: pengendalian rasa dan makanan sangat penting dalam kehidupan rohani.
17. Anak kecil
Anak kecil bebas dari kepalsuan dan kekhawatiran dunia.
Pelajarannya: kesederhanaan dan ketulusan membawa kedamaian.
18. Gadis muda
Seorang gadis memecahkan gelangnya agar tidak berbunyi saat menerima tamu.
Pelajarannya: terlalu banyak pergaulan menimbulkan pertengkaran; kesunyian membantu ketenangan batin.
19. Pemanah
Seorang pembuat panah begitu fokus sampai tidak sadar ada raja lewat.
Pelajarannya: konsentrasi penuh diperlukan dalam meditasi kepada Tuhan.
20. Laba-laba
Laba-laba mengeluarkan benang lalu menariknya kembali.
Pelajarannya: alam semesta keluar dari Tuhan dan akhirnya kembali kepada-Nya.
21. Ulat dan tawon
Ulat yang terus memikirkan tawon akhirnya berubah menyerupainya.
Pelajarannya: apa yang selalu kita pikirkan akan membentuk kesadaran kita.Benar, masih ada beberapa guru lagi dari 24 guru Avadhuta. Berikut tiga lainnya yang belum disebut:
22. Ular Piton
Ular piton tidak sibuk mengejar makanan ke sana kemari. Ia menerima apa yang datang dengan sendirinya.
Pelajarannya: seorang yogi belajar puas dengan apa yang diperoleh atas kehendak Tuhan dan tidak gelisah mengejar kenikmatan dunia.
23. Burung Elang / Burung Pemakan Daging
Seekor burung membawa daging lalu dikejar burung lain. Saat daging itu dilepas, semua gangguan berhenti.
Pelajarannya: keterikatan terhadap milik dunia membawa pertengkaran dan kecemasan. Saat melepaskan keterikatan, hati menjadi damai.
24. Pelacur Pingala
Pingala menunggu pelanggan sepanjang malam dengan penuh harapan, tetapi tidak ada yang datang. Akhirnya ia kecewa lalu sadar: “Harapanku kepada manusia membuatku menderita. Seharusnya aku berharap kepada Tuhan.”
Saat ia melepaskan harapan material, hatinya langsung damai.
Pelajarannya: penderitaan besar muncul dari harapan duniawi yang berlebihan; kebahagiaan sejati muncul ketika hati berserah kepada Tuhan.
Kisah Pingala sangat terkenal dalam Srimad Bhagavatam karena menunjukkan bahwa kadang kesadaran rohani muncul justru setelah kekecewaan duniawi.
Dari 24 guru ini, Avadhuta mengajarkan bahwa:
orang bijaksana tidak berhenti belajar.
Alam, hewan, manusia, bahkan penderitaan pun bisa menjadi guru menuju kesadaran rohani.
Ajaran 24 guru ini sangat indah karena menunjukkan bahwa orang bijaksana bisa belajar dari mana saja.
Setiap makhluk dan kejadian dapat menjadi guru bila dilihat dengan kesadaran rohani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA