Satya (Nagnajiti) Devi: Permaisuri Keenam Sri Krsna

 


Satya (Nagnajiti) Devi: Permaisuri Keenam Sri Krsna
Kisah Satya Devi, yang juga dikenal sebagai Nagnajiti, adalah salah satu kisah kepahlawanan Sri Krsna yang paling terkenal di Dvaraka. Kisah ini terdapat dalam Srimad Bhagavatam Canto 10.

Putri Raja Nagnajit
Di kerajaan Kosala (bukan Ayodhya pada zaman Sri Rama, tetapi wilayah yang masih termasuk kerajaan Kosala) memerintah seorang raja saleh bernama Nagnajit.
Raja Nagnajit memiliki seorang putri yang sangat cantik, bijaksana, dan berbudi luhur bernama Satya.
Sejak muda, Satya telah mendengar tentang kemuliaan Sri Krsna:
keberanian-Nya,kebijaksanaan-Nya,Ketampanannya-Nya,dan kasih sayang-Nya kepada para penyembah.
Lama-kelamaan tumbuhlah cinta yang mendalam dalam hatinya.
Ia berdoa:
"Semoga Sri Krsna berkenan menjadi suamiku."

Tujuh Banteng yang Sangat Ganas
Raja Nagnajit sangat menyayangi putrinya.
Beliau ingin memastikan bahwa hanya ksatria paling hebat yang dapat menikahi Satya.
Karena itu ia membuat syarat yang hampir mustahil.
Di istana terdapat tujuh banteng liar yang sangat besar dan ganas.
Banteng-banteng itu: memiliki tenaga luar biasa,sulit didekati,dan telah melukai banyak ksatria.
Raja mengumumkan:
"Siapa pun yang mampu menjinakkan ketujuh banteng ini akan memperoleh tangan putriku."
Banyak Raja Gagal
Berita itu menyebar ke seluruh Bharata-varsa.
Banyak pangeran dan raja datang mencoba peruntungan.
Mereka menganggap diri mereka kuat.Namun kenyataannya berbeda.
Ada yang:terlempar oleh tanduk banteng,terluka parah,jatuh pingsan,bahkan melarikan diri ketakutan.Tak seorang pun berhasil.
Sementara itu Satya terus berdoa agar Sri Krsna datang.

Kedatangan Sri Krsna
Suatu hari Sri Krsna tiba di kerajaan Kosala.
Ketika Raja Nagnajit mendengar kedatangan-Nya, ia sangat gembira.
Beliau menyambut Krsna dengan penuh penghormatan.
Di dalam hati Raja Nagnajit sebenarnya berharap Krsna yang memenangkan putrinya.
Setelah menerima sambutan kerajaan, Krsna berkata bahwa Beliau ingin mengikuti syarat yang telah ditetapkan.

Keajaiban Tujuh Wujud
Para penduduk berkumpul.
Para raja yang pernah gagal ikut menyaksikan.
Tujuh banteng liar dilepaskan ke arena.
Mereka mengamuk dan mengguncang tanah.
Namun Sri Krsna hanya tersenyum.
Kemudian terjadi keajaiban.
Sri Krsna memperbanyak diri-Nya menjadi tujuh wujud yang identik.
Setiap wujud menghadapi satu banteng.
Dengan mudah Beliau:menangkap mereka,mengendalikan mereka,memasang tali pada mereka,
dan menjinakkan semuanya.
Bhagavatam menggambarkan bahwa hal itu semudah seorang anak bermain dengan anak sapi.
Seluruh arena bersorak kagum.
Ketika melihat keajaiban itu, hati Satya dipenuhi kebahagiaan.
Doanya selama ini akhirnya terkabul.
Raja Nagnajit berdiri dan berkata:
"Tidak ada seorang pun yang lebih layak menjadi suami putriku selain Sri Krsna."
Satya kemudian dipersatukan dengan Sri Krsna menurut tata cara Veda.
Mahar yang Sangat Besar
Sebagai hadiah pernikahan, Raja Nagnajit memberikan:ribuan sapi,ribuan gajah,ribuan kereta perang,
ribuan kuda,para pelayan dan dayang-dayang.
Pernikahan itu menjadi salah satu pernikahan kerajaan paling megah pada zamannya.

Serangan Para Raja
Namun tidak semua orang senang. Banyak raja yang sebelumnya gagal merasa iri.
Mereka menyerang rombongan Sri Krsna saat perjalanan kembali ke Dvaraka.
Pasukan besar mengejar kereta pengantin.
Saat itulah Arjuna, sahabat Sri Krsna, membantu menghadapi para penyerang.
Dengan keahlian memanahnya yang luar biasa, Arjuna memukul mundur para raja yang iri tersebut.
Akhirnya Sri Krsna dan Satya tiba dengan selamat di Dvaraka.

Sifat Satya Devi
Satya dikenal sebagai:setia,pemberani,jujur,dan memiliki tekad yang kuat.
Ia tidak memilih suami berdasarkan kekayaan atau kedudukan.
Sejak awal hatinya telah tertuju kepada Sri Krsna.
Karena itu para acarya menjelaskan bahwa Satya melambangkan jiwa yang teguh dalam bhakti dan tidak goyah oleh berbagai godaan dunia..
Kisah Satya menunjukkan bahwa Sri Krsna adalah penguasa segala kekuatan, dan bahwa cinta serta doa yang tulus pada akhirnya akan memperoleh jawaban dari-Nya.
Pada kisah berikutnya, kita akan sampai pada Bhadra Devi, permaisuri ketujuh Sri Krsna, yang merupakan sepupu Beliau sendiri dan memilih Sri Krsna dengan restu penuh dari keluarganya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA