Bhadra Devi: Permaisuri Ketujuh Sri Krsna
Bhadra Devi: Permaisuri Ketujuh Sri Krsna
Di antara delapan permaisuri utama Sri Krsna, kisah Bhadra Devi memang tidak sepanjang kisah Rukmini, Satyabhama, atau Satya (Nagnajiti). Namun kisahnya memiliki keindahan tersendiri karena penuh dengan kasih sayang keluarga, restu orang tua, dan cinta yang tulus kepada Sri Krsna.
Kelahiran Bhadra
Menurut Srimad Bhagavatam dan beberapa Purana, Bhadra adalah seorang putri kerajaan yang memiliki hubungan keluarga dekat dengan Sri Krsna.
Ibunya bernama Srutakirti, yang merupakan saudari Vasudeva, ayah Sri Krsna.
Artinya, Bhadra adalah sepupu Sri Krsna.
Ayahnya adalah Raja Dhrstaketu (dalam beberapa tradisi disebut sebagai raja negeri Kekaya).
Karena hubungan keluarga ini, sejak kecil Bhadra sering mendengar kisah tentang Sri Krsna.
Tumbuh dengan Mendengar Kemuliaan Krsna
Seperti Rukmini dan beberapa permaisuri lainnya, cinta Bhadra kepada Sri Krsna tumbuh melalui sravanam (mendengar).
Ia mendengar tentang:
kemenangan Krsna atas Kamsa,
perlindungan-Nya terhadap para penyembah,
keindahan rupa-Nya,
kebijaksanaan-Nya,
dan kemuliaan kerajaan Dvaraka.
Semakin sering mendengar kisah-kisah tersebut, semakin besar pula cintanya.
Dalam hatinya Bhadra telah memilih:
"Aku hanya ingin menjadi istri Sri Krsna."
Restu Keluarga
Berbeda dengan Rukmini yang harus menghadapi Rukmi, atau Mitravinda yang ditentang saudara-saudaranya, Bhadra memperoleh dukungan penuh dari keluarganya.
Ibunya mengetahui isi hati putrinya.
Para saudara laki-laki Bhadra juga menghormati Sri Krsna.
Karena itu tidak ada pertentangan.
Tidak ada peperangan.
Tidak ada penculikan pengantin.
Tidak ada raja yang mengejar kereta.
Semuanya berlangsung damai.
Pemilihan Sri Krsna
Ketika tiba saatnya Bhadra menikah, keluarganya mengundang Sri Krsna.
Dalam beberapa Purana dijelaskan bahwa saudara-saudara Bhadra sendiri yang menyerahkan dirinya kepada Sri Krsna.
Mereka menganggap bahwa tidak ada ksatria atau raja yang lebih mulia daripada Beliau.
Bhadra pun menerima Sri Krsna dengan hati yang penuh kebahagiaan.
Doa yang telah lama dipeliharanya akhirnya terwujud.
Pernikahan yang Damai dan Penuh Sukacita
Pernikahan Bhadra dan Sri Krsna dilaksanakan dengan tata cara Veda yang agung.
Para brahmana melantunkan mantra-mantra suci.
Para kerabat Yadava hadir.
Para raja sahabat turut memberikan ucapan selamat.
Tidak ada suasana perang seperti pada kisah Rukmini atau Mitravinda.
Sebaliknya, seluruh peristiwa dipenuhi suasana kekeluargaan dan kegembiraan.
Kehidupan di Dvaraka
Setelah menikah, Bhadra tinggal di Dvaraka bersama para permaisuri lainnya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Bhagavatam, Sri Krsna memperluas diri-Nya sehingga setiap permaisuri merasa bahwa Beliau selalu berada di sisinya.
Bhadra hidup dalam kebahagiaan bersama Sri Krsna dan menjadi salah satu dari delapan permaisuri utama Dvaraka.
Sifat Bhadra Devi
Para acarya menggambarkan Bhadra sebagai permaisuri yang:
lembut,
sederhana,
penuh kesetiaan,
rendah hati,
dan sangat mengasihi Sri Krsna.
Jika Satyabhama dikenal karena keberaniannya dan Rukmini karena penyerahan dirinya yang sempurna, maka Bhadra sering dipandang sebagai lambang cinta yang tenang dan damai.
Makna Rohani
Kisah Bhadra mengajarkan bahwa tidak semua hubungan dengan Tuhan harus melalui ujian besar atau pertempuran dahsyat.
Ada penyembah yang mencapai Tuhan melalui perjuangan berat seperti Rukmini.
Ada yang melalui pertapaan seperti Kalindi.
Ada yang melalui tantangan seperti Satya.
Dan ada pula yang melalui kasih sayang, kesederhanaan, serta restu keluarga seperti Bhadra.
Karena itu Bhadra sering dipandang sebagai lambang bhakti yang lembut, damai, dan penuh rasa syukur.
Ringkasan Kisah Bhadra Devi
Putri Raja Dhrstaketu dari kerajaan Kekaya.
Ibu Bhadra adalah Srutakirti, saudari Vasudeva.
Bhadra merupakan sepupu Sri Krsna.
Sejak kecil mencintai Krsna setelah mendengar kemuliaan-Nya.
Mendapat dukungan penuh dari keluarga.
Diserahkan kepada Sri Krsna oleh saudara-saudaranya.
Menjadi permaisuri ketujuh Sri Krsna.
Melambangkan cinta yang damai, lembut, dan penuh kesetiaan.
Pada kisah berikutnya, kita akan sampai pada Laksmana Devi (Laksmanaa), permaisuri kedelapan Sri Krsna, yang diperoleh melalui sebuah svayamvara dengan ujian memanah yang sangat sulit, mirip dengan kisah sayembara Draupadi.

Komentar
Posting Komentar