Kisah Kaliya di Srimad Bhagavatam, Canto 10 Bab 16

 


Kisah Kaliya di Srimad Bhagavatam, Canto 10 Bab 16

1. Latar belakang
Di sungai Yamuna ada sebuah danau bernama Kaliya-daha. Ular raksasa berkepala banyak bernama Kaliya tinggal di situ sama istri-istrinya. Bisanya sangat kuat sampai air sungai jadi beracun. Burung yang terbang di atasnya bisa jatuh mati, pohon di tepi sungai layu, dan sapi-sapi Vrindavan gak berani minum di situ.

Kaliya awalnya tinggal di pulau Ramanaka, tapi diusir Garuda karena makan persembahan di altar. Dia lari ke Yamuna karena Garuda dikutuk gak boleh masuk ke sana oleh yogi Saubhari.

2. Krishna melompat ke sungai
Suatu hari teman-teman gembala Krishna main bola. Bolanya jatuh ke danau beracun itu. Walaupun dilarang teman-temannya, Krishna usia 5 tahun langsung manjat pohon Kadamba dan melompat ke air.

Krishna berenang dengan gagah, mengaduk air beracun itu. Kaliya marah besar, keluar dari sarangnya dengan seratus kepala, mata merah menyala, dan langsung melilit tubuh Krishna erat-erat.

3. Penduduk Vrindavan panik
Melihat Krishna dililit Kaliya, semua orang Vrindavan termasuk Nanda, Yasoda, dan para gopi lari ke tepi sungai. Mereka nangis dan mau masuk ke sungai, tapi Balarama menahan mereka karena tahu Krishna adalah Tuhan.

4. Krishna menaklukkan Kaliya
Setelah pura-pura lemah sebentar, Krishna membesarkan tubuh-Nya dan lepas dari lilitan. Lalu Krishna melompat ke atas kepala-kepala Kaliya dan mulai menari. Inilah yang disebut Kaliya Mardana atau Kaliya Daman — tarian di atas kepala ular.

Setiap kali Kaliya mengangkat satu kepala untuk menyerang, Krishna injak kepala itu sambil menari. Akhirnya Kaliya muntah darah, lemas, dan sadar bahwa anak kecil ini adalah Narayana sendiri.

5. Istri-istri Kaliya memohon ampun
Nagini, para istri Kaliya, keluar dan sujud ke Krishna. Mereka memuji Krishna dan memohon agar suami mereka diampuni. Mereka bilang: "Kaliya ini sifatnya jahat karena lahir sebagai ular, tapi dia tetap ciptaan-Mu."

6. Krishna mengampuni Kaliya
Krishna akhirnya berhenti menari. Dia mengampuni Kaliya dengan syarat: Kaliya harus pergi dari Yamuna dan balik ke pulau Ramanaka. Krishna bilang: "Mulai sekarang Garuda gak akan ganggu kamu lagi, karena dia akan lihat bekas tapak kakiku di kepalamu."

Kaliya, istri dan anak-anaknya pergi meninggalkan Yamuna. Sejak itu air Yamuna kembali jernih dan jadi sumber kehidupan untuk Vrindavan.

Makna filosofisnya

  1. Ego berkepala banyak - Kepala Kaliya yang banyak melambangkan ego, hawa nafsu, dan sifat buruk manusia. Tarian Krishna artinya Tuhan bisa menaklukkan semua sifat buruk itu kalau kita berserah.
  2. Racun jadi penawar - Air beracun Yamuna jadi suci karena disentuh kaki Krishna. Artinya, hati yang beracun pun bisa jadi murni kalau ada Tuhan di dalamnya.
  3. Kasih sayang Tuhan - Walaupun Kaliya jahat, Krishna tetap mengampuni saat dia berserah. Tuhan gak membenci pendosa, Dia cuma benci dosanya.

Kisah ini sering dipentaskan dalam tari Kaliyamardana di Bali dan Jawa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NAMA SUCI TUHAN DAPAT MENYEBRANGKAN DARI LAUTAN PENDERITAAN.

SRI NITYANANDA

SHRI RASIKANANDA